DKP Aceh Selatan Membangun Poros Maritim

ACEHTREND.CO, Tapaktuan – Sebagai poros maritim potensial di kawasan Pantai Barat Selatan Aceh, Kabupaten Aceh Selatan terus berbenah dalam membangun perekonomian masyarakat lewat jalur pemanfaatan lahan tidur ke arah produktif.

Setelah memberikan materi kemaritiman diseminar DPC Ganti pada Selasa 15 Agustus 2017, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Prof. Rohkmin Dahuri, sekira pukul 14:30 Wib, menyempatkan melihat langsung area potensial di kawasan Gampong Indra Damai, Kecamatan Kluet Selatan.

Kunjungan Prof. Rohkmin Dahuri ke kawasan tambak perikanan milik masyarakat Gampong Indra Damai, berawal dari rasa penasaran terhadap potensi alam Aceh Selatan. Dalam kunjungan tersebut, Prof. Rohkmin Dahuri selaku pengurus DPP PDI Perjuangan yang sekarang sedang berkuasa di Indonesia, memberikan sinyal positif terhadap keberlangsungan pertumbuhan tambak pembudidayaan ikan di kawasan Kluet Raya, Aceh Selatan.

“Dengan potensi besar yang dimiliki Aceh Selatan di poros maritim, Insya Allah saya akan menyampaikan kepada Presiden, bahwa Aceh Selatan salah satu daerah yang bisa menyumbang produksi perikanan untuk kebutuhan ekspor. Aceh Selatan merupakan wilayah strategis untuk pelabuhan ekspor impor hasil perikanan dan pertanian,” Sebut Prof. Rokhmin Dahuri, kepada aceHTrend, Rabu (16/8/2017) sebelum terbang ke Ibu Kota Jakarta.

Sementara itu, Kaepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Selatan melalui Ketua Bidang Budidaya Perikanan, Syakban,S.PI yang didampingi Kasi Sarana dan Prasarana, Muslim, S.PI mengatakan, kawasan pembudidayaan Ikan air tawar tersebut tidak hanya fokus pada budidaya ikan semata, namun dinas terkait merencanakan kawasan tambak tersebut dijadikan sebagai kalter agro wisata.

“Pembangunan tambak kita mulai tahun 2014 yang lalu, dengan berbagai rintangan dan halangan, sebab masyarakat di kawasan tambak, pesimis pembangunan tambak tersebut bisa untuk duwujudkan, dengan alasan kawasan tersebut tidak memiliki potensi yang menghasilkan pendapatan ekonomi,” Sebut Syakban.

Namun demikian, lanjutnya dengan berkat kerja keras dan dukungan Bupati Sama Indra, lahan tidur tersebut bisa difungsikan dengan mempelopori berupa pembuatan tambak pembudidayaan ikan.

“Segala upaya kita lakukan, sebab pasca tsunami lahan tersebut terjadi mengalami degrarasi sehingga menjadikan lahan ibarat rawa, bahkan harga tanah di kawasan itu hanya berkisar 4-5 juta per Hektar. Setelah kita melakukan perencanaan dengan matang dan kita pelopori pembuatan tambak, Alhamdulillah masyarakat sudah membangun tambak-tambak baru di kawasan itu, dan harga tanah masyarakat juga melambung tinggi,” ujarnya.

Seterusnya, sambung Syakban, pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas- Dinas lain yang bersinambungan dengan program Kalter Agro Wisata.

” Nanti kita mencoba bekerja sama dengan Dinas Pengairan, Dinas PU dan Dinas pertanian, sehingga kawasan tambak tidak hanya dijadikan sebagai pusat penangkaran ikan atau proses pembibitan dan jual beli semata, namun masyarakat juga harus bisa menikmati suasana wisata buah-buahan di tempat dikawasan tersebut, intinya ikan dapat wisata juga dapat” Papar Syakban, penuh harap.

Kemudian, sambung Syakban, keseriusan bupati dalam menganggarkan anggaran juga perlu diberikan apresiasi, karna minatnya dalam membangkitkan perekonomian masyarakat dibidang itu juga sangat besar.

“Insya Allah dalam waktu dekat, ada pihak dari Malaysia ingin datang langsung ke kawasan tambak, tentu ini menjadi sebuah harapan baru bagi masyarakat Aceh Selatan dalam bidang perikanan,” imbuhnya.

Dalam kunjungan ke tambak pembudidayaan ikan tersebut, juga ikut serta Bupati Aceh Selatan, H.T. Sama Indra,SH, Rektor UTU, Prof. Jasman J. Ma’kruf, Kepala SKPK dan para Kabag Dinas Kelauatan dan Perikanan Aceh Selatan.

KOMENTAR FACEBOOK