Memaknai Merdeka

Oleh Agussalim*)

17 Agustus merupakan hari yang paling bersejarah bagi Bangsa Indonesia. Di mana setiap tanggal tersebut seluruh warga negara Indonesia mulai dari ujung timur hingga kepelosok ujung barat wilayah NKRI melakukan perayaan yang indentik dengan hari kemerdekaan indonesia. Hal tersebut sebagaimana telah disepakati saat dulu Indonesia dinyatakan telah merdeka oleh Presiden Soekarno dengan pembaacan teks proklamasi kemerdekaan untuk pertama kalinya pada 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur 56-Jakarta Pusat.

Semenjak itulah sampai saat ini setiap tanggal tersebut menjadi hari penting dan paling bersejarah bagi bangsa dan negara ini. Di mana dalam setiap perayaannya hari 17 agustus tersebut menjadi hari semua elemen merasakan dan juga ikut terlibat dalam setiap kegiatan kemerdekaan, mulai dari upacara peringatan kemerdekaan, karnaval budaya, hingga berbagai aneka perlombaan yang dibuat sebagai wujud serangakaian dari memeriahkan menyambut hari kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kegiatan seperti itu telah menjadi budaya wajib hingga turun-temurun sampai saat ini masih terus dirayakan di seluruh pelosok tanah air sebagai wujud bahwa merdeka itu adalah hak bagi setiap warga negara Indonesia.

Namun apa yang dirasakan oleh rakyat Indonesia hari ini adalah merdeka itu hanya sebagai icon semata, di mana rakyat masih belum merasa memiliki kemerdekaan Seutuhnya. Ini terlihat dari ukuran yang terjadi pada saat ini adalah di negeri kita Indonesia masih banyak yang mesti diperangi demi terwujudnya kemerdekaan bagi rakyat yang sejahtera.

Lantas, Apa Makna Merdeka

Jika dilihat dari definisi, merdeka berarti bebas, artinya sebagai rakyat yang telah merdeka berarti kita telah terbebas dari segala hal masalah baik itu yang menyangkut masalah kebutuhan material maupun kebutuhan rohanial.

Itulah namanya merdeka, maka sebagai warga negara indononesia yang telah merdeka tentunya saat ini pasti tak ada lagi yang namanya kemiskinan, pengangguran, serta penindasan yang saban hari hal itu tak pernah terlihat dan terdengar dalam setiap tempat di tanah air ini.

Kemudian apa yang sekarang sedang terjadi dan dirasakan oleh rakyat hari ini? Sebagai warga yang hidup di negara sudah merdeka? Ini menjadi pertanyaan besar yang mempunyai juga beragam makna tersendiri bagi setiap insan di tanah air ini.

Di tahun 2017, tepatnya tanggal 17 Agustus 2017 yang merupakan sebagai hari penting dan bersejarah untuk dilangsungkannya peringatan ke-72 tahun indonesia sudah merdeka. Namun bagi sebagian warga negara merdeka itu hanyalah sebagai simbolis bahwa negara ini sudah terbebas dari penjajahan negara asing.

Kemudian jika kita berkaca dari wajah negeri Indonesia saat ini bahwa merdeka itu sebenarnya belum ada dan belum benar-benar dirasakan oleh rakyat hampir di seluruh pelosok negeri ini.

Buktinya sampai hari ini Indonesia masih terlebit hutang dengan beberapa negara asing, kemudian kehidupan masyarakat pada umumnya masih jauh dari yang namanya kesejahteraan. Baik itu dari sisi kebutuhan ekonomi, maupun dari sisi pelayanan publik yang didapat oleh setiap warga negara ketika hendak berurusan dengan administrasi kenegaraan.

Belum lagi negara hari ini masih dilingkari oleh kasus korupsi yang semakin merajalela. Mulai dari kasus korupsi sapi, hingga baru-baru ini kembali mencuat kehebohan dugaan kasus korupsi E-Ktp. Hal ini tentunya telah menjadi tontonan yang menyakitkan bagi rakyat terhadap apa yang dilakukan oleh pejabat publik bahwa tak pernah ada rasa kemerdekaan yang sesungguhnya dinegeri ini.

Tontonan tersebut seakan membuat pernyataan bahwa kemerdekaan Indonesia hanya sebagai sejarah yang pernah tertulis lalu hanya untuk dikenang semata, tidak untuk dirasakan.

Padahal bagi rakyat yang negaranya telah merdeka, hal tersebut tak lagi dirasakan oleh masyarakat Indonesia saat ini. Mereka sudah hidup dalam kesejahteraan yang semestinya sebagai warga negara telah merdeka. Tapi hari ini, itu tak masih menjadi mimpi dan angan-angan semata bagi mereka.

Karena bagi rakyat, merdeka itu hanyalah ketika mereka sudah merasakan hidup dalam nikmatnya kesejahteraan, hidup dalam kecukupan kebutuhan sehari-hari, tak ada lagi rakyat yang menjerit kelaparan, tak ada lagi rakyat yang menjerit kedinginan saat tidur malam di bawah kolong jembatan, tak ada lagi rakyat yang hidup dalam intimidasi kekerasan baik itu seksual maupun kekerasan lainnya. Itulah merdeka sebenar-benarnya yang dirindukan oleh rakyat Indonesia hari ini.

Tentunya ini mejadi PR besar dan juga tugas kita bersama, baik itu dari pemangku kebijakan negara maupun rakyat Indonesia lainnya, bagaimana dalam menyambut hari kemerdakaan NKRI yang ke 72 ini, ke depan bahwa bangsa indonesia ini akan benar-benar menjadi bangsa yang rakyatnya sudah merdeka. Dirgahayu Republik Indoensia, 17 Agustus 1945-17 Agustus 2017.

*)Sekretaris HMI Cabang Bireuen, Periode 2016-2017.

KOMENTAR FACEBOOK