Bahas Himne Aceh, DPR Undang Budayawan

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Badan Legislasi DPRA mengadakan Focus Grup Discussion (FGD), dalam rangka penyiapan draft qanun aceh tentang Himne Aceh. Diskusi itu diikui oleh para akademisi bidang seni dan budaya, para pelaku seni, budayawan, Mahkamah Adat Aceh dan Dinas Budaya dan Pariwisata Aceh di ruang Badan Anggaran DPRA, Senin, (28/8/2017).

Dosen ISBI Aceh, Wildan, menyarankan agar rancangan qanun tentang himne Aceh yang akan dibuat harus memberi makna tentang nama Aceh itu sendiri.

“Qanun ini harus mengandung isi, dan harus mampu menerjemahkan tentang Aceh di dalam himne tersebut,” katanya.

Wildan meminta bentuk syair himne yang diciptakan nanti, harus memiliki tiga bagian, di antaranya pembukaan, isi dan penutup. Dia juga menyarankan agar himne nantinya dikarang dalam Bahasa Indonesia,

“Yang artinya menjelaskan tentang Aceh, supaya bisa dinyanyikan dan dipahami oleh semua orang di Aceh, seperti orang Simeulue yang tidak bisa menyayikan dalam bahasa Aceh,” harapnya.

Namun ketua Komisi I DPR Aceh, Ermiadi meminta agar Himne Aceh haruslah dibuat dalam bahasa Aceh. Politisi Partai Aceh itu mengatakan, himne yang akan diciptakan merupakan himne untuk Aceh, maka haruslah dalam bahasa Aceh.

“Kalau bahasa Gayo bisalah dikarenakan di Aceh, tapi jangan Bahasa Indonesia,” kata Ermiadi. []