“Orang Kampung” di Eskalator Suzuya Bireuen

ACEHTREND.CO,Bireuen-Hadirnya Suzuya sebagai pusat perbelanjaan modern di Bireuen, telah meraup perhatian ragam kalangan. Mulai dari golongan kelas atas, hingga akar rumput, tumpah ruah berbelanja ke sana. Sebagai “toko serba ada” supermarket itu menyediakan kebutuhan warga secara lengkap. “Yang belum ada buah ceremai, buah Sentul. Kalau lain, mudah kita dapatkan di sini ketimbang ke pasar tradisional,” ujar Rabumah (50) seorang warga kelas bawah.

Salah satu yang menjadi daya tarik Suzuya Mall adalah adanya eskalator (tangga elektrik) dan lift. Dua wahana ini menjadi objek baru bagi siapapun yang belum pernah menggunakan fasilitas ini sebelumnya.

Pada media Agustus 2017, adalah R dan K yang mengaku dari salah satu kecamatan di ujung timur Bireuen, yang terlihat celingak-celinguk di depan eskalator. Dua perempuan berusia kisaran 30-an itu tak kunjung berani melangkah.

“Kamu duluan, nanti aku ikut,” kata R.

“Kamu aja duluan. Atau kita sama-sama yuk,” ajak K.

Namun, hingga belasan menit kemudian mereka tak kunjung melangkah. Keduanya pun memutar mencari tangga manual, setelah beberapa orang menertawakan tingkah mereka.

Lain lagi cerita Fit (36) ibu rumah tangga asal Juli. Ia begitu penasaran dengan lift. Untuk itu ia merayu adik iparnya agar jalan-jalan ke Suzuya. Namun, kali ini ia harus kecewa, karena lift selalu penuh. “Tetangga saya bercerita tentang lift. Saya penasaran,” katanya, Jumat malam (1/9/2017).

“Akhirnya saya hanya naik lift,” katanya.

Pengalaman menarik tentu dialami oleh Lina (31). Ibu satu anak ini, begitu masuk ke Suzuya, badannya langsung lesu. Semangat yang awalnya meletup-letup, segera turun ke level terendah. Wajahnya pucat pasi. Jemarinya mendingin. Keringat dingin keluar dari dahinya.

Ia sempat menolak ketika diajak ke lantai II melalui eskalator. “Lewat tangga aja yuk,” katanya sembari menggenggam erat tangan temannya. Sang teman menolak, dan Lina pun pasrah.

Kakinya mendadak kalau begitu berhadapan dengan tangga listrik itu. Lututnya bergetar. Kala didesak, dengan keberanian tersisa, ia melompat ke tangga dan sempat menubruk pantat orang di depannya. Ia terlihat tak percaya diri kala dibawa jalan sembari berdiri oleh tangga itu. Begitu hampir sampai, ia menggigit bibir, dan segera melompat kecil. Begitu sukses keluar dari “cobaan”, sebuah senyum tersungging di bibirnya.

“Saya takut,” katanya sembari tertawa.

Pasca dibuka, Suzuya Mall Bireuen menjadi destinasi wisata bagi masyarakat. Selain tersedianya ragam kebutuhan, lift dan eskalator menjadi daya tarik utama bagi mereka yang selama ini hanya melihat kedua wahana itu di televisi. Maka tak jarang kita temukan, khususnya anak-anak yang naik turun eskalator sembari tertawa riang. Juga tidak jarang, pengunjung akan melihat tingkah laku pengunjung lainnya yang terpaku di depan eskalator. Mereka ingin naik tapi tak berani. []

Foto: Serambi Indonesia.