Di Aceh Utara, Oknum Pimpinan Dayah Diduga Cabuli Santri

ACEHTREND.CO, Lhoksukon- Marzuki (40) melaporkan TM (50) pimpinan Dayah MA di Tanah luas, Aceh Utara, karena telah menodai kesucian putrinya DA (17) sebanyak dua kali. Kini Dayah tersebut sudah dipolice line oleh aparat Keamanan, sedangkan pelaku dikabarkan melarikan diri.

Awal terkuaknya dugaan pencabulan oleh TM terhadap santrinya itu terjadi karena yang bersangkutan pada Selasa (5/9/2017) sekitar pukul 10.00 WIb melalui telepon selular meminta izin kepada ibu DA agar diperkenankan menikahi sang remaja. Namun dengan alasan logis, orang tua DA menolak secara halus.

Tak patah arang, TM kemudian mengirimkan pesan singkat bahwa DA tidak bisa lagi dinikahkan dengan orang lain, karena sudah pernah bersetubuh dengan TM. Mendengar kabar tersebut, perempuan itu segera mengadu kepada suaminya. Kemudian besoknya mereka pun melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Tanah Luas.

“Kami sudah melaporkan peristiwa itu ke polisi. Kami tak terima diperlakukan seperti ini,” ujar Marzuki.

Kapolres Aceh Utara AKBP. Untung Sangaji, melalui Kasat Reskrim Iptu Reski Kholiddinyah, kepada wartawan menyebutkan, pihaknya sudah menerima pelimpahan laporan dari Polsek Tanah luas terkait dugaan pencabulan oleh oknum pimpinan dayah di sana.

Reski menjelaskan, kepada polisi korban mengaku sudah dua kali digagahi secara haram oleh TM. Pertama pada pertengahan Juli dan terakhir pada akhir Agustus. “Peristiwa zina terakhir itu terjadi di dalam kamar pimpinan dayah itu pukul 00.00 WIb. Korban dijanjikan akan dinikahi,” ujar Rezki.

Saat ini polisi sudah mengamankan dayah tersebut untuk menghindari amuk massa. Sedangkan TM sedang diburu oleh aparat penegak hukum.