Pilkades; Dari Warung Kaget Hingga Makanan Gratis

ACEHTREND.CO, SINGKIL–Warga Aceh Singkil yang berdomisili di 46 desa, dari pagi hingga siang, Sabtu (16/9), berduyun-duyun mendatangi tempat pemungutan suara.

Tujuan mereka ke sana, ingin mencoblos di pemilihan kepala desa yang di gelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil secara serentak.

Dari pantauan AceHTrend di beberapa lokasi tempat pemungutan suara, ada pemandangan yang rada ganjil.

Di samping warga berbondong-bondong mendatangi tempat pemungutan suara.

Juga banyak berdiri warung kaget. Di warung itu, dijual berbagai  minuman dan makanan.

Ada bakso, mie, gorengan, cendol, dan makanan ringan lainnya.

Malah di beberapa titik, terdapat warung kaget yang makanan dan minumannya telah “diborong” oleh salah seorang calon kepala desa.

Seorang pedagang Mizwardi menjelaskan kepada AceHTrend, Jika ada empat calon kepala desa, ada empat pula warung kaget yang makanannya telah diborong.

Lalu  makanan dan minuman tadi, tambah Mizwardi, diberikan secara gratis kepada warga yang datang mencoblos.

“Makanan dan minuman di warung ini, sudah diborong. Tidak dijual lagi, diberikan secara gratis. Siapa saja boleh mencicipinya,” ujar Mizwardi.

Lain pula dengan Upik, ia diutus oleh salah seorang calon kepala desa untuk membagi-bagikan cendol yang telah diraciknya di rumah.

Karena sehabis dan mau mencoblos, warga telah kehausan. Cendol yang dibagikan gratis, sangat diminati warga.

“Ditawarkan cendol, saya mau saja. Habis lagi haus. Apalagi cendolnya enak dan gratis,” timpal Ruslan seorang warga.

Anehnya, sebelum perhitungan suara, ada satu kandidat kepala desa yang mengajak warga makan siang bersama di rumahnya.

Mendapatkan ajakan itu, beberapa warga pun menyahutinya dan mendatangi rumah kandidat tadi.

Benar saja, warga tadi pun disuguhkan nasi lengkap dengan lauk pauknya.

“Saya dan puluhan warga makan bersama dengan lahapnya,” tutur Adi yang mengaku tim sukses calon kepala desa itu.

Pilkades serentak yang digelar Pemkab Aceh Singkil, secara keseluruhan berlangsung aman, tertib, dan damai.

Pilkades ini, dilaksanakan di 46 desa dari 48 desa yang direncanakan semula.

Sementara dua desa lagi ditunda. Yaitu, Desa Sumber Mukti, Kecamatan Kota Baharu dan Desa Sebatang, Kecamatan Gunung Meriah.

Alasan penundaan, lantaran panitia pemilihan di desa tersebut hingga H-1 hari pemilihan, belum memperbaiki hasil penetapan calon yang menyalahi ketentuan Qanun Aceh No 4 Tahun 2009 dan Qanun Aceh Singkil Nomor 7.[]

KOMENTAR FACEBOOK