Penolakan Usulan Pembelian Pesawat Lebih Karena Ketidakpahaman Geopolitik

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Adanya penolakan terhadap terobosan Irwandi Yusuf, Gubernur Aceh terhadap pengadaan pesawat terbang dinilai sebagai wujud ketidakpahaman terhadap persoalan geopolitik Aceh.

“Saya pikir lebih kepada ketidakpahaman terhadap persoalan geopolitik. Tapi sebagai akademisi saya harus menilai secara objektif tanpa afiliasi politik,” kata akademisi dari Universitas Samudra (Unsam) Langsa, Helmy Akbar Husen, Kamis (28/9/2017).

Dijekaskan, Aceh merupakan pertemuan tiga wilayah perairan yaitu Selat Malaka, Laut Andaman dan Samudra Hindia.

Sehingga tipikal perairannya khas dan sumberdaya ikan baik pelagis kecil, besar maupun ikan demersal tersedia di sini.

Selain itu, Aceh merupakan pintu masuk ke wilayah Indonesia dari Arah barat sekaligus titik patok terluar untuk wilayah barat Indonesia.

“Sehingga Patroli keamanan laut menggunakan kapal menurut saya kurang efektif. Sementara pesawat lebih efisien dan lebih cepat, ” ujar Helmy yang juga Dosen Budidaya Perairan pada Fakultas Pertanian Unsam saat dimintai tanggapan oleh aceHTrend.

Menurut Helmy, usulan Irwandi Yusuf untuk membeli pesawat terbang dengan tujuan pengawasan perairan laut Aceh merupakan jawaban dari ketidakmampuan Pemerintah Pusat dalam mengamankan wilayah perairan.

Namun katanya, jika permasalahannya berkisar pada permasalahan dana Itu adalah hal yang wajar, tapi ini adalah investasi yang penting dan strategis.

“Karena kita memang kekurangan sarana untuk memantau kondisi perairan kita. Apa yang dilakukan oleh Irwandi bagi saya adalah suatu terobosan yang baik, ” jelasnya.

Helmy berharap, kedepan ketika usulan pembelian pesawat ini telah disetujui maka pihak terkait dalam hal ini Pemerintah Aceh seyogyanya dapat menggunakan fasilitas ini sesuai tujuan awal yang telah diniatkan, hal itu juga perlu diikuti oleh proses edukasi secara sistematis terhadap masyarakat.

Sebab, pembelajaran terpenting akan sejarah kejayaan Aceh pada masa lalu berawal dari kendali yang kuat terhadap ruang laut.

“Jika pada lampau Aceh pernah menyumbang Seulawahnya kepada Indonesia. Tak ada salahnya pemerintah pusat mensupport Pemerintah Aceh untuk menjaga wilayah perairan lautnya,” katanya.

Sebelumnya, akademisi kelautan dan perikanan pada Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Dr. Muhammadar juga menyampaikan dukungannya terhadap terobosan Gubernur Aceh.

Bahkan, Rektor Unsyiah Prof. Dr. Samsul Rizal menyatakan untuk membangun Aceh butuh ide besar, tindakan besar dan keberanian besar. Untuk itu, Rektor Unsyiah itu menyatakan mendukung usulan pengadaan pesawat sejauh penggunaannya jelas untuk mengawasi illegal fishing dan peredaran narkoba yang sudah semakin meresahkan. []

Editor: Risman A Rachman

KOMENTAR FACEBOOK