Adu Kuat Samsul Rizal-Darni Daud Jilid II

Kemarin (11/10/2017) sebuah sms masuk, isinya; ‘salam, terhitung mulai hari ini 11 Oktober 2017 saya dinyatakan bebas dari hukuman yg selama ini saya jalani. Melalui SMS ucapkan terima kasih atas segala bentuk bantuan, motivasi, dan doa sehingga saya dapat menyelesaikan hukuman atas tuduhan yang tak pernah saya lakukan. Semoga Allah sll melindungi kita semua. Wassalam, Darni M. Daud’

Beberapa hari sebelumnya rektor Unsyiah, Samsul Rizal menyatakan akan kembali mencalonkan diri sebagai rektor. Sudah menjadi rahasia bersama pula, Samsul Rizal dibesarkan Darni M. Daud dan di dalam politik tidak ada abang kandung serta abang tiri. Realitas masa lalu keduanya sangat jelas mengabarkan adanya resistensi antara Samsul Rizal dan Darni M. Daud.

Konflik Samsul dan Darni dimulai ketika Samsul melihat peluang regulasi berpihak padanya. Panwas Aceh bersuara, Darni harus turun dari jabatan rektor. Suara panwas disambut Samsul dengan gerakan regulasi, Samsul cepat bergerak disaat Dr. Darni sibuk berkampanye.

SK No. 15816/A4.2/KP/2012 yang bersifat rahasia diumbar dan berkeliaran disalah satu fakultas. Sementara itu Samsul Rizal sangat bergelora mengurus SK Pjs sehingga keluarlah SK Mendikbud No.137/MPK.A4/KP/2012. Surat Keputusan ini mirip Supersemar yang dimiliki Soeharto saat mulai menggeser Soekarno. SK ini sekaligus batu pertama Samsul menggusur Darni dari posisi rektor.

29 Juli 2013 senat Unsyiah melakukan pemilihan rektor, dari 62 orang total senat hadir 57 orang. Kemendikbud yang memiliki suara 35 suara namun hanya menggunakan 30,7 suara. Bila melihat hasil perolehan Samsul (30,7) sangat jelas sekali bila kementrian saat itu memberikan suara padanya.

Sementara itu Darni masih harus menghadapi dakwaan menarik sisa bantuan beasiswa Jalur Pengembangan Daerah (JPD) 2009 dan 2010 sebesar Rp 1,7 miliar lebih. Tuduhan yang tentu saja disangkal Darni, apalagi kasus ini baru mengemuka ketika masa transisi kepemimpinan rektor Unsyiah.

27 Februari 2014, majelis hakim tipikor Banda Aceh memvonis Darni dua tahun penjara. Tamatlah riwayat Darni setelah digusur dari jabatan rektor dan tak lama setelah itu dijebloskan ke ‘istana Kajhu’. Samsul Rizal sukses kalahkan Darni dalam konflik regulasi dan politik.

Sebenarnya dalam kasus korupsi yang didakwakan atas Darni, majelis hakim dalam salah satu pertimbangan hukum terhadap Vonis Darni merekomendasi agar JPU melakukan penuntutan terpisah terhadap Samsul Rizal dan siapa saja terlibat di dalamnya. Namun kejaksaan bergeming dan menyatakan tidak cukup bukti.

Kasi Penkum dan Humas Kejati Aceh, Amir Hamzah SH mengatakan tak ditemukan dua alat bukti sehingga Samsul tidak layak diusut atau ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi beasiswa JPD dan beasiswa Program Cagurdacil 2009-2010 di Unsyiah.

Setelah menjalani hukuman, 11 Oktober 2017 Dr. Darni bebas dan ini akan jadi Samsul versus Darni Jilid II? Sebelumnya penulis pernah mengunjungi Darni menjelang ia dibebaskan. Saat itu Darni mengatakan akan fokus pada usaha ternak yang sedang dirintisnya.

Bisa jadi itu jawaban apakah Darni akan melakukan pembalasan atau tidak. Darni sudah memaafkan siapapun yang ikut menjebloskannya ke penjara namun tidak melupakan peristiwa itu, begitu salah satu kutipan yang kami dengar. Itu artinya Darni bisa saja akan melakukan gerakan behind the scene, dia memiliki kader dan loyalis di Unsyiah.

Tahun 2018 Unsyiah akan kembali memilih rektornya, Samsul sudah nyatakan diri akan kembali maju dalam pemilihan. Samsul sudah membabat habis loyalis Darni semasa ia menggantikan Darni di Unsyiah. Apakah Darni mampu mengembalikan skor 2-0 yang saat ini dimenangkan Samsul? Tentu bukan hal mudah bagi Darni apalagi ia bukan lagi civitas akademika Unsyiah.

Peluang Darni untuk mengalahkan Samsul Rizal sangat tipis, kecil, bahkan sedikit mustahil. Namun politik selalu menampilkan kejutan, sebelum peluit panjang pertandingan, semua masih mungkin terjadi termasuk islah politik dari keduanya.

KOMENTAR FACEBOOK