PC IMM Aceh Besar: Tangkap Pelaku Pembakaran Masjid Muhammadiyah Di Bireun

ACEHTREND.CO, Aceh Besar – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiwa Muhammadiyah (IMM) Aceh Besar mengutuk keras pelaku pembakaran Masjid Muhammadiyah di Samalanga, Kabupaten Bireuen.

“Islam itu rahmatan lil’alamin, Kami atas nama pengurus Cabang IMM Aceh Besar mengutuk keras pelaku pembakaran mesjid yang intoleran,” ungkap Ihsan Rizky Zulkarnain kepada aceHTrend, selaku Ketua Bidang Hikmah PC IMM Aceh Besar, Rabu (18/10/2017).

Dalam kasus pembekaran mesjid tersebut, Ia atas nama pimpinan juga mendesak kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas para pelaku pembakaran Mesjid tersebut.

“Kepada para penegak Kabupaten Bireun kami meminta agar pelaku bisa diamankan dan dihukum sesuai undang – undang yang berlaku.” Ujarnya.

Ia juga menilai, peristiwa pembakaran rumah ibadah tersebut tidak mencerminkan perilaku beragama dan tidak menjunjung tinggi persaudaraan antar sesama umat Islam.

“Jika perilaku anarkisme seperti ini tetap dibiarkan, maka jangankan menjadi rahmat bagi seluruh alam, rahmat bagi sesama muslim pun tidak dapat diwujudkan. Maka dari itu kami minta kepada MPU dan Pemerintah Kabupaten Bireun, serius dalam menangani masalah keummatan,” pintanya.

Ihsan menjelaskan, sebenarnya eksistensi organisasi Muhammadiyah di Aceh sudah ada sejak tahun 1923, hal tersebut sudah cukup sebagai bukti keberadaan Muhammadiyah di Aceh, bahkan banyak tokoh-tokoh Pahlawan dan Ulama Aceh yang pernah bergabung dalam organisasi Muhammadiyah ini.

“Diantaranya, Daud Beureu’eh dan Tgk Hasbi Ash Shiddiqy. Sungguh sebuah kemunduran jika ada segelintir masyarakat yang masih tidak mengenal organisasi modernis ini yang kontribusinya untuk negara Indonesia sangatlah besar.” terang Ihsan.

Terakir ia berharap agar peristiwa-peristiwa seperti ini tidak terulang lagi, dan proses dialog para tokoh-tokoh agama harus selalu digiatkan agar umat Islam di Aceh dan Kabupaten Bireun khususnya terus menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan Ukhuwah Islamiyyah di bumi Serambi Mekkah.

Sebagaimana banyak diwartakan, peristiwa pembakaran mesjid Muhammadiyah terjadi di Samalanga, Bireuen. Tiang-tiang cakar ayam pembangunan Masjid At Taqwa Muhammadiyah, Desa Sangso, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen disebut dibakar sekelompok massa, Selasa (17/10/2017) sekira pukul 20.00 WIB.

Bendahara Masjid At-Taqwa Muhammadiyah Samalanga, Muhammad Isa menjelaskan bahwa belum diketahui siapa pihak yang telah membakar balai milik mereka.

“Belum diketahui siapa, namun ada pihak yang berseberangan atas membangunan Masjid At-Taqwa. Saat aparat keamanan datang memadamkan sisa api, pihak yang bakar sudah melarikan diri,” sebutnya.

Dr.Athailah Lathief, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bireun menjelaskan kronologi penolakan Masjid At Taqwa Muhammadiyah, sebagaimana dikutip dari SangPencerah:

“Pertentangan pembangunan Masjid At Taqwa Muhamadiyah di Bireuen untuk kali kedua terjadi. Sebelumnya terjadi di Juli, dan alhamdulilah sudah bisa diselesaikan dan saat ini sudah mulai jalan pembangunan. Sekarang masalah yang sama terjadi di Samalanga”, tegas Dr.Athailah Lathief, selaku Ketua PDM Bireun.

Padahal prosesnya sudah cukup lama dimulai, 3 tahun yang lalu, dimulai dengan pembebasan tanah 2700m dengan wakaf tunai jamaah muhammadiyah hingga bersertifikat tanah persyarikatan muhammadiyah, pengurusan IMB, pembuatan talut dan jalan menuju lokasi lahan mesjid, pembersihan lahan, sampai pembuatan arah kiblat oleh kemenag Bireuen. Selama proses itu tidak terjadi masalah apa-apa.

“Pergerakan penentangan mulai digalang oleh kalangan dayah yang ada di samalangan yg menyebut dirinya aswaja, ketika akan dimulainya pembangunan masjid dengan menghadirkan pak Din Syamsuddin pada saat idul adha kemaren”, lanjut beliau.[]

Editor: Risman A Rachman