Samsul Versus Syahrul (Terpantik Tulisan Don)

Samsul Rizal, Rektor Unsyiah

Don Zakiyamani Al – Kotsa dalam tulisan berjudul “Saatnya Dr. Syahrul Memimpin Unsyiah” telah berterus terang menempatkan Syahrul sebagai sosok yang tepat untuk memimpin Universitas Syiah Kuala.

Saya sendiri masih percaya bahwa Samsul Rizal masih sangat layak untuk meneruskan kepemimpinan di kampus jantung hati rakyat Aceh itu. Kenapa? Samsul punya visi yang sederhana, yaitu menempatkan Unsyiah sebagai perguruan tinggi yang bisa diakses oleh rakyat Aceh.

Buat saya, gagasan membawa Unsyiah menjadi universitas kelas dunia memang hebat, hanya saja belum saatnya, dibutuhkan perjuangan yang tidak mudah, kerjasama yang prima, dan kesiapan yang matang. Saat ini, yang diperlukan adalah bagaimana menjadikan Unsyiah menjadi perguruan tinggi yang bisa dimasuki oleh sebanyak mungkin rakyat agar problem pendidikan yang masih menjadi krisis segera teratasi.

Sisi inilah yang sedang dan telah dirintis oleh Samsul Rizal yang saat ini masih sebagai rektor Unsyiah. Ini pekerjaan yang berat, dan karena itu tidak mudah mencapainya hanya dalam satu rantai kepemimpinan. Solusinya, harus diberi kepercayaan sekali lagi untuk memimpin agar cita-cita Syahrul dapat dimulai. Jadi, Syahrul cocok untuk memimpin Unsyiah, tapi bukan sekarang.

Seperti yang pernah disampaikan oleh Humas Unsyiah, Husni Friady, ST, MM bulan lalu, bahwa Unsyiah di usianya yang sekarang ke 56, telah banyak mengalami perubahan yang sangat signifikan selama dipimpin oleh Rektor Unsyiah, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng.

Dijelaskan oleh Husni, pada tahun 2015 Unsyiah telah memperoleh peringkat akredistasi A dari BAN PT dalam pengelolaan universitas.

Ditambahkan, dalam sektor pendidikan, selama dipimpin oleh Samsu Rizal dapat dilihatnya peningkatan jumlah prodi yang mengalami peningkatan dari segi akreditasi.

Unsyiah dari segi penelitian juga telah berhasil menepati rangking ke 4 di Indonesia dan menempati pada posisi 600 pada tingkat Internasional.

Husni juga menjelaskan, sebelumnya Unsyiah memperoleh akreditasi C, namun dengan berbagai kebijakan Rektor Unsyiah untuk mengupayakan agar akreditasi Unsyiah menjadi A. Hasilnya pada tahun 2015 Unsyiah berhasil memperoleh Akreditasi A.

Dijelaskan juga bahwa Rektor juga sangat memperhatikan kinerja dari berbagai unit kerja yang ada di lingkungan Unsyiah, seperti pengelolaan laboratorium. Masing-masing lab telah diberikan hibah agar kegiatan penelitian bisa berjalan dengan lancar.

Capaian-capaian ini terlihat sederhana bagi pihak yang memiliki perspektif kelas dunia, namun bagi mereka yang menempatkan Unsyiah sebagai jantung pendidikan bagi semua rakyat di Aceh maka capaian ini sangat realitis apalagi ketika melihat beratnya beban yang mesti dipikul oleh Samsul kala menjadi rektor.

Jadi, menurut saya perlu dibangun tradisi memberi amanah sekali lagi untuk menuntaskan kerja yang sudah dirintisnya sehingga pada waktunya calon lain di waktu yang tepat mampu pula mewujudkan visi yang lebih besar. []

Oleh : Zakiatuddin (Pemerhati Pendidikan Rakyat)

KOMENTAR FACEBOOK