Sulaiman Abda, Wakil Rakyat yang Tak Lelah Bergerak

Sulaiman Abda terus bergerak. Dan geraknya selalu dalam pola segitiga, berkerja, silahturahim, dan membantu.

Dari titik gerak di Banda Aceh, Wakil Ketua DPRA itu memulai silahturahim dengan rekan sejawat. Sang istri ikut menemani, sebelum akhirnya melepas suami menuju Pidie Jaya.

Kepala Dinas Dayah, Bustami Usman menyertai, disusul kemudian Kamaruddin Andalas yang satu haluan, pulang kampung.

Di sebuah warung nan teduh oleh pohon besar, Sulaiman Abda menyambut ulama kharismatik Aceh yang akrab disapa Waled NU. Keduanya saling berpelukan. Terlihat seperti anak bertemu ayah, akrab.

Secangkir kopi, teh, dan beberapa kue menemani. Beberapa warga Pidie Jaya berkumpul. Mereka pun berbincang-bincang dari hal ringan hingga terkadang masalah berat level nasional. Ada juga sekilas soal Pilkada Pijay, namun karena diperbincangkan dengan ringan akhirnya berlangsung dengan sela senyum dan sesekali tawa.

Ketika tiba pada perbincangan soal narkoba Waled NU memperlihatkan kekuatirannya yang besar. Ia kuatir bila mana penyakit ini sudah menjadi kebiasaan.

“Jika sudah makin biasa bisa jadi saat ditangkap mereka juga biasa-biasa saja, dan bisa pula tersenyum, padahal narkoba barang berbahaya,” sebutnya dengan nada penuh prihatin.

Sulaiman Abda menyimak dengan tekun,.begitu pula dengan Bustami Usman. Keduanya bagai santri yang sedang menanti petuah sang guru. Namun, karena Waled NU ahli dalam memecah kebekuan,.akhirnya dialogpun berlangsung dengan ringan, dan lancar.

Kamaruddin Andalas tiba, dan rombongan bergerak menuju SMA Unggul di Pidie Jaya. Waled NU, Sulaiman Abda dan Bustami Usman berada dalam satu mobil persis bagai dua anak bersama sang ayah.

Sulaiman Abda meninjau Mushalla SMA.Unggul Pidie Jaya yang rusak akibat gempa, Desember 2016. Benerapa tiang terlihat rusak, atap juga disebut bocor dan beberapa bagian dindin terlihat sedang dibongkar karena rusak. Sulaiman Abda langsung bertanya kepada pihak sekolah perkembangan kerja rehab rusak meunasah.

“Butuh biaya lebih kurang 200 juta,” sebut Sulaiman Abda.

Dari Husna, Kepala Sekolah SMA Unggul yang memiliki 200 lebih murid itu diketahui harapan pihak sekolah untuk merehab meunasah tersambut saat bertemu Sulaiman Abda yang saat itu melakukan kunjungan bersama Rektor Unsyiah. “Saat itu Pak Sulaiman langsung menyambut harapan dan usulan pihak sekolah,” cerita Ibu Kepala SMA Unggul, Husna.

Rombongan kembali bergerak. Dari SMA Unggul menuju lokasi pembangunan mesjid Ummul Ayman. Waled NU, Sulaiman Abda, Bustami Usman dan Kamaruddin Andalas mengikuti gerak langkah Waled NU dari belakang. Langit cerah, cuaca begitu terik, tapi ketikanya terlihat semangat. Sulaiman Abda menyimak kembali penjelasan Waled NU disepanjang rute jalan kaki menuju titik lokasi pembangunan mesjid.

“Pemerintah penting untuk memastikan tersedianya anggaran pendidikan untuk pengembangan dayah,” kata Waled NU sambil melirik Bustami Usman dan Sulaiman Abda.

Bagi Waled NU Aceh perlu segera menghidupkan ruh Islam dalam semua lembaga dan proses pendidikan di Aceh. Tanpa pendidikan yang bernafas Islam maka Aceh akan kehilangan arah.

Pernyataan Waled NU direspon oleh Sulaiman Abda yang menegaskan bahwa jika ingin peradaban Aceh kembali bangkit maka dayah dan perguruan tinggi sangat penting untuk diberi perhatian yang lebih maksimal.

“Kunci peradaban Aceh ya ada di dayah dan kampus, jadi sangat perlu kita beri perhatian dan dukungan,” kata Sulaiman Abda.

Kepala Dinas Dayah Bustami Usman menjelaskan bahwa sejak awal Pemerintah Aceh khususnya sejak Irwandi Yusuf sudah menaruh perhatian yang besar kepada pengembangan dan pemajuan dayah, baik infrastrukturnya maupun pendidikannya.

“Bapak Gubernur Irwandi Yusuf yang memulai prakarsa mendukung secara penuh usaha memajukan dayah kembali, dan saya yakin Bapak Gubernur Aceh akan kembali mendukung,” sebut Bustami Usman yang dikenal dekat dengan kalangan ulama dayah di berbagai kabupaten/kota di Aceh.

Kunjungan kerja Sulaiman Anda juga disertai kunjungan ke rumah warga, jika bukan ke rumah yang sedang ada hajatan, maka ke rumah yang baru saja ditimpa kepulangan anggota keluarga.

Sebelum kembali ke Banda Aceh ada dua rumah yang sempat dikunjungi oleh Sulaiman Abda. Sebelumnya, Sulaiman Anda dan rombongan bersama Waled NU juga menyempatkan diri bersilahturahmi kepada ulama dayah yang ahli ilmu falak, yaitu Tengku Haji Abdullah Ibrahim.

Mereka terlihat akrab berbincang-bincang seraya mencicipi kurma goreng dan sesekali juga memperhatikan buku karangan Pimpinan Dayah Babul Ulum Diniyah Islamiyah (BUDI) Ulee Glee, Pidie Jaya.

Sulaiman Abda, wakil rakyat itu memang tidak lelah dan seperti tidak akan lelah untuk bekerja, bersilahturahim, dan membantu, tanpa sekat batas daerah, baik di dapilnya, di barat-selatan Aceh, di kampung halaman hingga daerah nan jauh. Bahkan, dengan anak remaja ia membangun komunikasi, menyemangati, dan memberi dukungan sebab baginya regenerasi pasti akan terjadi. Mimpi Aceh yang harus lebih baik ia tanamkan kepada generasi muda, generasi pemimpin. []