Untuk Anda Pengkritik Sail Sabang

Sebanyak 20 Negara Ikut Ambil Bagian di Freediving Competition Sabang Sail 2017 (Foto: Disbudpar Aceh)

Sewaktu ngopi sesama warga sabang tadi pagi kami sempat ngebahas beberapa status orang luar Sabang, yang memberikan kritik secara tidak fair untuk acara Sail Sabang. Ada fotografer nasional ada politisi Aceh dll.
Terhadap Anda – Anda, kami Cuma mau bilang. Kritiklah setelah memahami sembari memberi solusi. Kalau modal baca status singkat, laporan orang- orang tendesius atau karena anda nggak kebagian ‘kue’ terus ngeritik. Itu lucu dan terkesan kueh. Dan kritik kritik semacam itu justru merugikan Aceh dan Sabang Khususnya.

Anda Bilang warga sabang nggak dapat apa- apa ? Kami jawab.

Sail Sabang itu bukan acara jualan di pasar malam. Yang malam itu jualan, malam itu juga dapat untung. Sail Sabang itu event untuk membranding daerah. Dan, itu untuk jangka panjang. Bukan saat even ini dilaksanakan. Branding image itu efeknya nanti terasa dalam jangka panjang bukan sekarang. Tahukan Anda berapa pertumbuhan jumlah penginapan? Usaha rental? Cafe dll selama beberapa tahun belakangan? Ini adalah hasil kerja acara sejenis di masa lalu. Dampaknya hari ini. Begitu juga dengan acara Sail Sabang yang akan dilaksanakan sekarang. Acara ini jauh lebih besar. Bahkan mungkin event terbesar di Kota Sabang. Bayangkan pula efek jangka panjangnya kelak. Siapa nanti yang akan merasakan dampaknya? Tentu saja masyarakat dan pengusaha lokal. So, berpikirlah sedikit ngilmiah dalam hal ini. Belajarlah sedikit ilmu marketing untuk memahami ini.

Sosial Capital Kota Sabang bertumbuh

Sebagai orang yang berhari- hari di Sabang, kami merasakan betul kondisi psikologis masyarakat luar biasa. Kebersamaan, kecintaan dan pengorbanan mereka bertumbuh. Memang tidak semua, tapi kalau Anda kemari ini akan melihat hasilnya. Ada komunitas yang rela merogoh kantong pribadi mereka, beli cat, kopi, kuas dan lalu membuat sudut kota kami semakin berwarna. Gotong royong warga dan pegawai jua marak. Bahkan, saya punya foto mereka melakukannya di malam hari. Beberapa seniman, dengan suka rela menumpahkan kreativitasnya demi kota ini menjadi indah berwarna. Mengapa ini muncul dan sangat masif. Sedikit banyak karena momentum Sail Sabang ini. Pertanyaannya saya ke anda, berapa ini harus dinilai.? Bukankan kata teori social capital seperti ini adalah pondasi penting untuk membangun dan menciptakan kemajuan.?

Kota Kami Jadi lebih bersih Indah.

Pertanyaannya saya siapa yang menikmati kebersihan dan keindahan itu? Siapa yang akan setiap hari melihat taman taman itu. Tentulah kami warga Sabang bukan.? So!

Hotel – Hotel penuh, restaurant akan laku, cafe cafe dan warkop akan lebih ramai, itu bukan untuk warga Sabang? Kalau proyek, yang punya related dengan Sail Sabang. Ya Anda usahalah. Masak punya mental makan ikan gitu. Jadilah pemegang kail Mas Bro.

Kritik Tendesius Justru Merugikan Kami Warga Sabang

Bentuk kesinisan yang Anda tumpahkan kepada Pemerintah Pusat saat acara akan dilakukan begitu dekat justru akan merugikan kami. Mengapa? Anda harus tahu anggaran untuk kegiatan ini porsi besarnya ada di APBN bukan di daerah. Ya memang acara mereka. Tapi kan dipilihnya Sabang sebagai venue acara itu juga bagus untuk kami. Bayangkan kalau nggak ada. Bagus mana? Kalaupun mau ngeritik maunya jauh jauh hari saat semuanya masih bisa dihandle.

Kritik tendesius Anda berpotensi membuat kuping Pusat panas. Lalu mereka komen, “sudah kedepan nggak usah bikin acara di Sabang. Orang di sana nyinyir. Yang rugi siapa? Tentu saja bukan Anda. Karena Anda sedang sibuk ngopi di warung – warung yang bukan di Kota Kami.

Btw, kritik itu bagus, tapi bukan dengan aroma sinisme seperti itu. Pilihlah cara cara yang beradab dan solutif. Dan satu lagi, seperti kata kawan saya bilang, “Jangan suka bikin onar di kenduri orang. Kalau diundang Anda makan, kalau nggak sebaiknya Anda duduk saja di rumah. Kalau tidak mampu memberi solusi, sebaiknya jangan bikin masalah.”

Kami pikir sudah cukup ntar kepanjangan malah bikin pusing.

Silahkan dishare sampek ke orang – orang yang kami maksud dan atau berperilaku serupa.

KOMENTAR FACEBOOK