Terkait Pembangunan di RTH, Taji Toke Saifan Dinanti

ACEHTREND.CO,Bireuen- Walau nyaris dua minggu telah menjadi sorotan, akan tetapi pembangunan ruko tanpa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di depan RSU dr. Fauziah tetap berlanjut.

Seperti kata pepatah: anjing menggonggong kafilah tetap berlalu. Demikianlah perumpamaan yang tepat untuk menjelaskan kisah bandelnya developer yang membangun rangkaian ruko di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di depan Rumah Sakit Umum (RSU) Kabupaten Bireuen. Mulai dari anggota DPRK hingga Bupati sudah angkat bicara. Akan tetapi pembangunan tersebut tetap berlanjut.

Kepada awak media, Bupati Bireuen Saifannur S.Sos alias Toke Saifan, Rabu (29/11/2017) sudah memberikan warning kepada sang developer. Ia bahkan mengatakan menolak memberikan izin untuk pembangunan tersebut. “Siapapun yang telah mengeluarkan izin baru bertanggung jawab karena melanggar Qanun Nomor 7 Tahun 2013 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bireuen 2012–2032,” kata sang bupati.

Namun, semenjak Toke Saifan mengeluarkan statemen tersebut, apakah pembangunan itu sudah dihentikan? Ternyata tidak, sejauh ini, menurut pantauan aceHTrend sampai dengan Minggu (10/12/2017) developer tetap go ahead menjalankan misinya.

Teriakan-teriakan perlawanan dari pemerhati lingkungan hidup dan tataruang terus mengudara dan menggumpal sebagai pepesan kosong dalam ruang publik di kabupaten yang memiliki produk khas berupa keripik pisang.

Akankah, ancaman dan gertakan Saifannur juga akan bernasib sama dengan yang lain, hanya menjadi payeh hana asoe nyang Hana dideungoe uleh ureung kloe priep? “Kami minta Bupati tegas, bukan sekedar cang panah,” harap Armia (40) warga Bireuen.