Irmawan : Pembangunan Terowongan Geurutee Harga Mati

ACEHTREND.CO, Meulaboh- Pembangunan jalan lintas terowongan Geurutee di kawasan Gunung Geurutee, Kabupaten Aceh Jaya dinilai sudah menjadi harga mati. Sebab, Pemerintah Pusat sudah mengalokasikan anggaran untuk melaksanakan study kelayakan proyek, hal itu dinilai sebagai bentuk keseriusan dan langkah awal.

Penegasan itu disampaikan oleh Anggota DPR RI, Irmawan, usai melakukan pertemuan dengan sejumlah pemuda perwakilan Aceh Barat, Aceh Jaya, dan Nagan Raya, Sabtu (23/12/17) pagi, di Meulaboh.

“Yang jelas terowongan geurutee sudah menjadi agenda penting kami. Komitmennya terowongan geurutee tetap harus jadi. Mohon mendukung masyarakat untuk terus menyuarakan ini supaya pemerintah pusat lebih yakin bahwa yang kami perjuangkan ini benar-benar menyangkut keinginan masyarakat” tegasnya.

Irmawan mengatakan, proyek terowongan geurutee saat ini telah masuk dalam program Nasional melalui komisi V DPR RI. Sepulangnya dari Aceh, program tersebut menjadi agenda penting dalam pembahasan di Komisi V dan Ia pun berkomitmen untuk memperjuangkan.

ā€¯Sebenarnya saya agak malas berbicara masalah ini, seakan-akan dianggap sebagai issu politik menjelang pileg. Kita bicara soal geurutee, bagi saya sudah harga mati untuk diperjuangkan dan Insya Allah ini jadi. Pemerintah pusat sudah menganggarkan dana untuk study kelayakan dan setelah itu baru masuk ke fisiknya” jelas Irmawan.

Menanggapi sejumlah pertanyaan dari pemuda, Irmawan juga mengaku akan mengupayakan solusi terkait masalah banjir. Salah satunya dengan cara menormalisasi sungai, mengingat wilayah ini sering dilanda banjir luapan sungai.

Ia mengatakan, program tersebut akan didorong melalui anggaran Dana Alokasi Kusus (DAK) dan dana otonomi kusus dari pemerintah pusat.

“Kalau pembangunannya lebih mudah, yang penting anggaran yang perlu kita pikirkan karena untuk normalisasi sungai tidak semua bisa dari APBN” katanya.

Selain menormalisasi sungai, kata Irmawan pembangunan tebing juga penting untuk menghindari abrasi, untuk mewujudkan itu ia berjanji akan melakukan mobilisasi agar dananya secepat mungkin bisa dikucurkan.

“Saya hadir kesini dalam rangka rises untuk menampung aspirasi masyarakat terutama diwilayah pemilihan satu. Semua aspirasi ini akan saya perjuangkan dan saya tidak ingin berjanji lebih kepada masyarakat karena semua butuh usaha keras. Dari semua yang sudah saya catat paling tidak ada sebagian yang bisa saya ujudkan”katanya.

Ia meyakini, pembangunan sarana rusunawa bagi Mahasiswa UTU, STAIN dan AKN di tahun 2018 bisa diujudkannya di Aceh Barat sebagai tempat penginapan yang lebih layak bagi Mahasiswa.

Dia meminta agar pihak terkait terutama pimpinan di tiga perguruan ini termasuk mahasiswa mulai menyatukan pandang supaya pembagunan rusunawa di tahun 2018 nantinya tidak menjadi perdebatan letak lokasinya.

“Untuk pembangunan rusunawa anggarannya berkisar sekitar 15 milyar. Kita bisa pastikan di bangun di Aceh Barat, namun perlu koordinasi ulang mengenai lokasi pembangunannya” kata Irmawan.[]

KOMENTAR FACEBOOK