60 Penabuh Rapa’i Akan Meriahkan Sosialisasi UU Pemajuan Kebudayaan

ACEHTREND.CO, Banda Aceh-M.Yusuf Bombang (Apa Kaoy), Rabu (27/12/2017) menjelaskan bahwa pentasagoe yang terus eksis menjalankan visi/misinya mengangkat kesenian dan potensi Seniman yang dianggap masih termarginalkan, akan melaksanakan acara pertunjukan Uroh Rapa’i Pase.

Kegiatan yang akan dilaksanakan di Lapangan Kemukiman Buwah Kecamatan Baktya Barat Aceh Utara ini dijadwalkan berlangsungsung tanggal 29 Desember 2017, mulai pukul 20.30 WIB hingga berakhir menjelang pagi. Menurut Pimpinan pentasagoe, yang sekaligus bertindak sebagai Ketua Pelaknasana, M.Yusuf Bombang, kegiatan yang didukung sepenuhnya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan digemuruhkan dengan 60 unit Rapa’i Pase, masing-masing melibatkan 30 penabuh dari Group Rapa’i Pase Raja Buwah berhadapan 30 penabuh dari Kelompok Rapa’i Pase Mulieng, Aceh Utara.

“Selain Pertunjukan Uroh (pertandingan dua keseblasan Rapa’i Pase), Agusnur Amal (Agus PMTOH, Seniman Tutur Aceh) juga akan menggarap pertunjukan kolaborasi Rapa’i Pase dari Group Raja Buwah dengan hikayat, biola, gambus, Serune kale dan didong. Garapan kolaborasi tersebut, akan menghadirkan penghikayat Muda Balia, Fuadi Kelayu dan Syeh Didong (Syeh Anot Kemara dkk) dan lain-lain,” terang Apa kaoy.

Acara Pertunjukan Uroh Rapa’i Pase yang dikemas dalam rangka sosialisasi Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan Republik Indonesia (RI) direncakan akan dihadiri para Pejabat dari Kemendikbud antara lain, Restu Gunawan (Direktur Kesenian Kemendikbud), Yusmawati (Kasubdit Seni Pertunjukan Kemendikbud), Alexander Sihar Purnawan (Tenaga Ahli Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud), Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, H.Muhammad Thayeb (Bupati Aceh Utara) serta para Pejabat lainnya dari Perintah Kabupaten aceh Utara.

 “Supaya kita masyarakat Indonesia, khususnya Aceh, paham bahwa kebudayaan sudah diperhatikan oleh Pemerintah Pusat, maka sosialisasi Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan sangat penting dilakukan,” papar Apa Kaoy.

“Kebudayaan itu adalah identitas suatu bangsa, bangsa yang tidak menghiraukan terhadap kebudayaan bangsanya maka mereka adalah bangsa yang akan kehilangan identitas. Ketika kebudayaan itu hilang, maka identitas bangsa tersebut pun menjadi tidak jelas.
Dengan melihat dari sisi kebudayaannya, maka seseorang bisa menebak bahwa berasalan dari mana orang tersebut, atau bangsa mana orang tersebut. Sebegitu pentinglah kebudayaan suatu bangsa agar terus terpelihara,” demikian ungkap Apa Kaoy dalam rilis yang dikirimkan kepada aceHTrend.[]
 

KOMENTAR FACEBOOK