Revolusi Toilet Irwandi

Sederhana, hanya melalui beranda media sosial miliknya, Irwandi Yusuf mengumumkan revolusi toilet.

Lebih menarik lagi, Revolusi Toilet yang dicanangkan pada Senin, 25 Desember 2017 pukul 11.51 Wib itu melibatkan warga.

Sosok yang akrab disapa Tengku Agam bak seorang Panglima Besar Revolusi mengeluarkan intruksi massal kepada warga untuk menggunakan “senjata” kamera lalu membidik kondisi toilet/wc di bandara, pelabuhan, terminal dan rumah sakit, dan mengupload ke media sosial masing-masing.

“Jangan lupa tag saya,” perintahnya.

***

Dalam hal Revolusi Toilet Irwandi Yusuf tidak sendiri. Di tingkat negara ada Presiden China Xi Jinping yang juga melakukan Revolusi Toilet Nasional untuk tujuan meningkatkan performa industri pariwisata dan kualitas hidup warganya.

Bagi Jinping, masalah toilet bukan hal sepele. Baginya, toilet adalah wajah peradaban dari kota dan desa. Jadi, bukan hanya soal pariwisata dan kebijakan kesehatan saja, tapi toilet juga dilihatnya sebagai usaha membentuk masyarakat yang lebih beradab.

Dari revolusi ketiga China ini, hanya dalam dua tahun wisata China tumbuh hingga 50 persen.

Di tingkat provinsi Revolusi Toilet juga dicanangkan di Sulawesi Utara. Wakil Gubernurnya, Steven OE Kandouw (47) menginginkan toilet seluruh sekolah, toilet kantor pemerintah, dan toilet umum di Sulawesi Utara menyerupai toilet di mall, indah, nyaman, bersih, dan kering.

Ditingkat kabupaten juga ada Festival Toilet Bersih yang digagas semasa Bupati Abdullah Azwar Anas. Dampaknya, 70 persen toilet yang ada di Bayuwangi terkelola dan terjaga untuk mendukung pariwisata dan juga hidup bersih.

Tidak hanya di tingkat negara, provinsi dan kabupaten, ada juga individu yang juga melakukan revolusi toilet. Di India, di Desa Kotabharri seorang nenek berusia 105 tahun Kunwar Bai Yadav rela menjual beberapa ekor kambing peliharaan hanya untuk membangun toilet. Dalam waktu satu tahun Desa Kotabharri terbebas dari buang hajat di tempat terbuka.

Sebagai wujud penghormatan, Perdana Menteri Narendra Modi membungkuk di hadapan perempuan penggerak revolusi toilet dan menyentuh kakinya untuk menunjukan penghargaan terhadap upayanya membangun hidup bersih dan sehat.

***

Mengapa Xi Jinping, Irwandi dan lainnya memimpin revolusi toilet, dan bukan revolusi otak? Bukankah otak yang bersih akan dengan sendirinya mewujudkan toilet yang bersih? Jawabannya karena mengubah toilet sama dengan mengubah cara kerja otak. Dengan memastikan toilet bersih, tidak rusak, kering, dan tidak bau pesing maka otak akan terstimuli dan pada waktunya akan terjadi perubahan. Otak akan bersih seiring hadirnya lingkungan yang bersih.

Sebagai bukti, saat rombongan “otak kotor” berada di lingkungan yang bersih, misalnya di Singapura atau berada di toilet yang terdapat di terminaljalur Penang – Malaysia tidak ada yang berani membuang sampah sembarangan, bahkan bersedia dan sanggup untuk tidak merokok, padahal saat berada di kampung merokok, buang sampah dan pipis sembarangan, padahal otaknya sudah masuk kelas atas.

***

Sekarang, Tengku Agam sudah mengumumkan Revolusi Toilet dengan melibatkan warga. Tinggal kita nantikan bagaimana para pengelola fasilitas umum yang ada di seluruh Aceh memastikan gerakan bersih-bersih Irwandi Yusuf berhasil. Sungguh, jika Aceh Bersih terwujud maka Aceh Hebat pasti nyata adanya. []

KOMENTAR FACEBOOK