Kisah Buah Naga dari Irwandi Yusuf

SEBELUM dan sesudah perundingan Helsinki di tahun 2005, kami bermarkas di Alby Centrum, Stockholm, Swedia.

Irwandi Yusuf kemudian pulang ke Aceh memimpin perwakilan GAM di AMM, M. Nur Djuli dan Shadia Marhaban ke Kuala Lumpur menggerakkan organisasi Ababil, saya setelah beberapa saat membantu Tengku Bakhtiar di Swedia kemudian menyusul pulang ke Aceh bersama dengannya.

Ada beberapa rumah yang kami tempati di sana. Irwandi dengan Teuku Hadi di rumah Muzakkir Abdul Hamid, alias ustaz Muzakkir, saya di rumah Tengku Bakhtiar Abdullah.

Hampir setiap hari kami berkumpul di salah satu rumah dan makan bersama-sama. Kadang-kadang di rumah Wali Negara, sering di rumah dr. Zaini Abdullah. Kalau mau minum kopi, di rumah Syarif Usman Goran. Sedangkan apabila ada tamu dari Denmark, Norwegia atau Malaysia, sering juga singgah di rumah Murni, aktifis perempuan yang bersuamikan Azwar dari Tamiang atau rumah Mutasyat yang sudah lama bermukim di sana.

Hari itu kami berkumpul di rumah Ustaz Muzakkir. Karena haus saya membuka kulkas mau mengambil air minum. Tiba-tiba terlihat sebuah benda bersisik, berwarna merah. Mirip buah.

Karena penasaran, saya keluarkan dari kulkas, saya bertanya kepada Irwandi yang sedang duduk di ruang tamu, “Apa ini bang?”

Irwandi menjawab, “memang kamu tidak pernah lihat? Itu saya beli tadi di supermarket Vietnam. Coba rasa”.

“Ci plah”, coba belah, sambung Irwandi.

Saya masuk ke dapur, mengambil pisau, dan membelah buah itu. Kulitnya gampang sekali dikupas.

Setelah saya potong-potong, kamipun memakannya.

“Kiban na mangat?”, komentar Irwandi. Enak kan rasanya?

Saya mengangguk. Bingung dengan rasanya yang agak aneh di lidah.

Sambil makan, kemudian Irwandi yang sedang duduk di depan laptop Ferrari-nya berkata, “nyan boh naga bek hana ka turi”, rupanya itu buah naga atau dragon fruit.

Itulah pengalaman saya pertama sekali makan buah naga yang sekarang banyak di Aceh.

Keterangan photo:
Direpro oleh Zulfikar Ben dari dinding rumah bang Iqbal Norway.

KOMENTAR FACEBOOK