Editorial: Juru Bicara Siapa?

Di redaksi aceHtrend (Foto: ave

Bicara juru bicara kita diingatkan pada satu pernyataan Sang Juru Bicara Pandji Pragiwaksono: “There’s nothing happier than living your dream.”

Pernyataan “Tidak ada yang lebih bahagia daripada menjalani mimpimu” sangat mewakili hasrat seluruh rakyat, yang dalam konteks bernegara bangsa diletakkan di atas pundak pemerintahan yang dipimpin, salah satunya oleh gubernur bersama wakilnya disertai pula oleh wakil rakyat.

Rakyat Aceh, melalui pemilu telah menyerahkan hak “mengemudi” kepada wakil rakyat bersama gubernur dan wakil gubernur Aceh selama lima tahun. Wajar saja, jika dipandang perlu, dibutuhkan juru bicara sehingga perjalanan yang panjang dan tidak mudah dapat dijalani dengan tenang.

Dengan ada juru bicara, gubernur bersama wakilnya bisa lebih fokus mengemudi. Maka tugas juru bicaralah menyampaikan dengan mudah, terang dan tenang serta menyenangkan apa yang ingin dan harus diketahui oleh rakyat. Maka, juru bicara yang dipercaya adalah pembicara terbaik yang mampu mengubah keadaan sulit menjadi mudah dijalani, bersama-sama tanpa perlu memakai segala macam trik.

Untuk itu, kuncinya adalah integritas yang oleh rakyat bisa ditangkap dari kontennya, sekaligus pula bisa dipahami dari bahasa tubuhnya, serta dari kombinasi keduanya. Seperti Pandji, meski ia dikenal sebagai Standup Comedy, pesan-pesan Juru Bicara bagi semua itu mampu menancapkan di hati, hingga orang-orang baru sadar sudah tiba dipenghujung acara ketika diberitahu jika acara sudah usai.

Dalam perjalanan pembangunan, ada banyak hal yang tidak mudah, rumit, bahkan menghentak-hentak sehingga sangat mungkin menimbulkan ketidaknyamanan. Di sinilah peran juru bicara, mengubah keadaan yang tidak mudah untuk dijalani menjadi sebuah perjalanan yang bisa dinikmati.

Kami dari aceHTrend mengapresiasi kehadiran Juru Bicara Pemerintah Aceh yang dipercayakan kepada Saifullah Abdulgani dan Wiratmadinata sebab kami sebagai media memang membutuhkan informasi kredibel untuk diteruskan kepada pembaca sehingga pembacapun dapat dengan leluasa memberi penilaian berdasarkan informasi yang valid, memadai, dan kredibel, bukan informasi yang bisa ditarik dalam seribu satu tafsir, yang akhirnya kembali gaduh dan gaduh lagi. Luar biasanya, langkah pertama para juru bicara sudah sangat cantik, dengan mengunjugi media untuk menjalin komunikasi, lebih dari sekedar informasi yang dikemas pihak Humas Pemerintahan. Selamat bertugas Juru Bicara Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh. []

KOMENTAR FACEBOOK