Sulaiman Abda: Politik Adalah Seni

Sulaiman Abda.

Lelaki tambun kelahiran Teupin Raya, Pidie pada 18 Agustus 1958, sedang mengedit sebuah draft buku, kala aceHtrend menyambanginya pada awal Januari 2018. Dengan setelan baju kaus warna putih dan dipadu kain sarung, mantan Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, itu dengan senyum ramah mempersilahkan media ini berbincang.

“Saya sedang memeriksa draft buku ini. Semakin banyak upaya edit, semakin kecil kemungkinan salah,” ujar Sulaiman Abda, sembari menyalami aceHTrend.

Politikus senior yang berperawan tinggi besar itu masih terlihat enerjik. Suaranya masih jelas terdengar. Matanya awas mematut tiap huruf di kertas putih yang sedari awal dipegangnya.

***
Cuaca sangat cerah, angin laut seputar Gampong Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh bertiup lembut. Membuat dedaunan bunga dan tetumbuhan lainnya bergoyang ke sana kemari. Cericit burung yang melompat dari dahan ke dahan, serta suara deru knalpot sepeda motor dan mobil yang melintas, melahirkan simfoni alam.

“Saya sering ke sini. Suasananya enak. Terasa seperti di Teupin Raya. Banyak pohon dan kebisingan deru mesin tidak seberapa,” katanya sembari mempersilahkan aceHtrend minum.

ia pelan-pelan pun bernostalgia tentang kampung halamannya. Di usia yang sudah gaek, ia masih mampu bercerita secara detail tentang masa kecilnya di Teupin Raya. “Semua jenis ikan sungai dan alur, sudah pernah saya makan. Bahkan saya dulu sering memasang bubu di alur. Kalau mengingat masa itu, sungguh indah,” kenangnya.

Ia juga mengenang tentang teman-temannya di kampung. Kisah keusilan anak-anak kala itu. Juga kekompakan para pemuda. “Banyak hal yang bisa mempersatukan kami kala itu. Tentu sesuai dengan kondisi kampung. Ragam kegiatan membuat anak muda menjadi kreatif,” katanya.

****
Ketika disinggung tentang politik, Sulaiman Abda mengatakan, karier politiknya diawali dari Senat Mahasiswa Unsyiah. Kala itu, alumnus Fakultas Ilmu Pendidikan jurusan Biologi tersebut, adalah aktivis mahasiswa yang memiliki nalar yang mumpuni. Hingga suatu hari seorang pejabat berkata : “Kamu itu, kalau terus kritis seperti ini, bisa ditangkap oleh aparat negara. Kalau mau berbakti pada negeri dan membangun daerah, maka bergabunglah dengan partai politik, bergabunglah dengan Golkar,” kenang Sulaiman Abda.

Sejak itu, bukannya ciut, Sulaiman Abda muda pun seperti tersengat listrik jutaan voltase. Ia pun mulai mempelajari partai politik. Seusai di Senat Mahasiswa, Sulaiman mulai malang melintang di berbagai organisasi, hingga akhirnya pernah memimpin Golkar Aceh.

Menurut lelaki romantis ini, ada tiga hal yang harus dipadukan dalam politik. Yaitu pengetahuan, kerja keras dan sabar. Tiga hal tersebut menjadi trio yang tidak bisa dipisahkan.

“Seorang politikus harus cerdas. Iq-nya harus di atas orang lain. Kemudian tidak boleh malas-malasan. Seorang politikus adalah petarung. Dua hal itu harus dikombinasi dengan kesabaran. Politikus yang berkarakter dan kuat, tidak lahir dari proses yang dikarbit,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua DPRA tersebut menyebutkan, sebelum seseorang terjun ke dalam dunia politik praktis, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah memperkuat basis ekonomi. Agar memiliki kehormatan ketika berada dalam lingkar politik arus utama.

“Saya sejak muda berbisnis. Sembari berorganisasi, saya memperkuat sektor ekonomi pribadi. berpolitik praktis, apalagi mengurus partai politik, itu banyak pengeluarannya. Tidak ada yang bisa ditebak. Seorang politikus, apalagi sudah memiliki jabatan penting, selalu akan kedatangan tamu yang tidak terduga,” katanya.

Bagi Sulaiman Abda, politik adalah seni. memadukan ragam kepentingan, dinamika yang bergerak dinamis, serta harapan-harapan, tentu membutuhkan skill khusus.

“Tidak mudah menjadi politikus besar dan mengakar. Hanya dianya yang mampu memadukan serta menikmatinya saja, yang bisa berpolitik secara serius. Karena dalam dunia politik, berhubungan dengan orang lain dengan ragam kepentingan, adalah sebuah keniscayaan. Untuk itu, kemampuan dialetika, kekuatan lobby serta daya tawar menjadi penentu,” katanya.

***
Ketika aceHTrend pamit, Sulaiman Abda berpesan, siapapun yang ingin terjun ke politik, maka siapkan dulu perbekalan. Kuatkan fondasi ekonomi keluarga, perkuat pengetahuan, latih kesabaran serta harus memiliki motivasi tinggi. Karena dalam dunia nyata, politik tidak segampang yang ditulis dalam buku-buku politik sekalipun.

“Satu lagi, carilah pasangan hidup yang tidak tamak. Peran seorang istri sangat menentukan karir suami. Istri yang selalu bertanya tentang sumber uang yang kita bawa pulang, akan menyelamatkan suami dari marabahaya,” imbuhnya. []

KOMENTAR FACEBOOK