Sawit Tidak Masuk Komoditas Unggulan Aceh

Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Ir, Chairil Anwar, MIP

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Ir, Chairil Anwar, M.IP mengatakan, setelah Pemerintah Aceh memberlakukan moratorium pengembangan perkebunan sawit, maka pihaknya tidak lagi memasukkan sebagai komuditas unggulan dalam RPJMA 2018.

“Pemerintah Aceh telah menetapkan moratorium, tapi tidak meninggalkan pemeliharaannya, jangan sampai yang sudah ditanam tidak menghasilkan,” katanya saat ditemui aceHTrend, Jumat (17/1/2018).

Sebab, banyak Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan sawit yang sudah dikantongi untuk jangka waktu tertentu, namun belum dilakukan penanaman karena penanaman sawit milik perusahaan tidak mungkin dalam waktu satu tahun. Untuk ke depan Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan akan mengarahkan program prioritas pada padi, agar swasembada padi tetap terjaga.

Pada 2017 Aceh berhasil swasembada padi, untuk itu diharapkan swasembada ini tetap berlanjut hingga 2018. Selain padi, ada juga jagung dan kedelai yang jadi program prioritas pemerintah Aceh.

“Sementara di sektor perkebunan, Pemerintah Aceh akan memprioritaskan pada lada, karena selama ini kita lada kan kurang. Padahal dulu, Aceh adalah sentra lada,” katanya.

Selain lada, 2018 ada program dari kementrian untuk menanggulangi penyakit pala yang basisnya di Aceh Selatan. “Fokusnya di Aceh Selatans ebagai sentra pala. Kami berharap pala akan kembali menjadi komoditas unggulan di sana,” imbuhnya.

KOMENTAR FACEBOOK