Sejak 2012 Suak Puntong Diserang Debu Batubara Milik PT. Mifa

Mukhlis. Foto: Sudirman Z/aceHTrend

ACEHTREND.CO,Suka Makmue- Permukiman warga di Dusun Gelanggang Meurak, Gampong Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Aceh Barat, sudah mulai merasakan serangan debu batu bara milik PT. Mifa Bersaudara sejak tahun 2012. Efek lainnya, bukan hanya kesehatan yang terancam, tapi sejumlah warung pun harus tutup.

Muklis, kepala Dusun Gelanggang Meurak, Selasa (23/1/2017) mengatakan, saat musim angin barat, debu masuk dari timbunan batu bara milik PT. Mifa Bersaudara. Sedangkan saat bertiup angin selatan, debu muncul dari arah pembakaran batu bara milik PLTU Nagan Raya.

“Kami bukan mengada-ngada. Ini nyata. Bisa lihat sendiri semua rumah kami di sini masuk debu. Atap rumah di sini warnanya pekat. Kalau hujan, kita lihat turun air warnanya hitam. Ini bukti permukiman di sini sudah tidak layak,” kata Muklis.

Muklis mengatakan, di Dusun Gelanggang Meurak, jumlah keseluruhan warga mengalami imbas debu batu bara sebanyak 56 kepala keluarga (KK). Mereka diapit oleh dua perusahaan besar yakni PLTU Nagan raya dan stockpile batu bara milik PT. Mifa Bersaudara.

Sejumlah warga dan anak-anak di wilayah itu mulai  sesak nafas, batuk serta demam. Bukan hanya itu, warga pun harus menutup warung makanan, karena tidak ada lagi yang mau berbelanja.

“Warung-warung di sini hampir semua tutup. Makanan yang dijual tak laku karena sudah terpapar debu batu bara,” kata Muklis.

Pemilik Warung Alih Profesi

Samsul Bahri, salah satu pemilik warung nasi yang merugi karena serangan debu batubara, saat konfirmasi aceHTrend, Selasa (23/1/2017) mengatakan, untuk menopang kebutuhan rumah tangganya, Samsul sudah hampir tiga tahun bekerja mencari kayu bakar untuk dijual.

“Saya tiga tahun ini terpaksa menjadi pengumpul kayu bakar di hutan. Warung nasi saya terpaksa tutup. Tak ada lagi pembeli dan saya harus menanggung rugi,” keluhnya.

Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan.“Kami mohon perhatian serius dari pemerintah. Kondisi kami saat ini betul-betul sudah menderita. Dulu saya buka warung tapi sekarang sudah tidak mungkin karena banyak debu,” kata Samsul Bahri.

Baca juga: Debu Batubara Teror Warga Peunaga Cut Ujong

KOMENTAR FACEBOOK