Lanjutan Rapat RAPBA 2018, Belanja Aceh Capai 15,3 Triliun

Sejumlah wartawan memantau rapat KUA-PPAS RAPBA tahun 2018 melalui televisi yang di sediakan di depan ruang Serbaguna DPRA, rapat hari ini terbuka untuk umum. Foto: FCS/aceHTrend.

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Pembahasan RAPBA 2018 masih sekitar kebijakan umum anggaran, tim TAPA dan Banggar DPRA hari ini, Kamis (8/2/2018) di ruang serbaguna DPR Aceh masih berbicara sekitar angka kemiskinan, jumlah pengangguran, dan pembangunan infrastruktur, serta beberapa hal penting lainnya.

Hal tersebut disampaikan wakil ketua DPRA T. Irwan Djohan kepada sejumlah wartawan saat diminta menjelaskan perkembangan terbaru rapat lanjutan pembahasan KUA-PPAS Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun Anggaran 2018.

“Jadi begini, usulan KUA PPAS RAPBA 2018 diajukan pada bulan Juli 2017, sekarang sudah bulan Februari tahun 2018. Tentunya dalam rentang waktu tersebut ada beberapa kondisi terkait data kemiskinan dan pengangguran sudah berbeda,” ujar Irwan Djohan.

Irwan Djohan juga mengatakan perlu ada beberapa penyempurnaan terhadap beberapa dokumen yang sedang dibahas, salah satu terkait pendapatan, jumlah pendapatan yang dimasukkan dalam asumsi Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Platfon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) RAPBA tahun 2018.

“Kami masih bicara pendapatan, belum belanja. Pendapatan direncanakan Rp 14,7 triliun kini telah berubah, dulu asumsi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) adalah 150 milyar rupiah ternyata SILPA yang benar adalah 800,11 milyar rupiah,” ujar politisi Partai NasDem tersebut.

Irwan mengatakan dengan jumlah SILPA hampir mencapai 1 triliun, kondisi belanja Aceh tahun 2018 adalah 15,3 triliun, bukan lagi 14,7 triliun, tapi apabila di Pergub tetap 14,7 triliun.

Terkait kapan pembahasan ini kapan selesai, Irwan Djohan mengatakan bahwa kedua belah pihak tidak punya target khusus. Karena apabila ada target maka kedua belah pihak akan merasa tidak nyaman.

“Sesuai dengan kesepakatan kita saat pertemuan di kantor Gubernur, kita sepakat mulai membahas masalah ini sampai selesai, tanpa ada batas waktu,” ujar Irwan Djohan.[]

KOMENTAR FACEBOOK