DPP PNA Akan Selidiki Pemecatan Ketua Harian Lhokseumawe

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Pemberhentian Sofyan dari Ketua Harian DPW Partai Nasional Aceh (PNA) Lhokseumawe oleh ketua DPW PNA Lhokseumawe ditanggapi langsung oleh Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nanggroe Aceh (PNA), Samsul Bahri bin Amiren alias Tiyong.

Dalam wawancara dengan aceHTrend, Tiyong mengatakan bahwa pemberhentian tersebut merupakan kewenangan penuh DPW PNA Lhokseumawe, namun DPP PNA belum mengambil sikap apapun terkait hal tersebut.

“Kami telah mendapatkan informasi dari beberapa pihak termasuk dari kawan – kawan media, namun sikap resmi baru kami sampaikan setelah kami turun ke Lhokseumawe untuk mencari akar permasalahan sebenarnya. Untuk itu kami sudah membentuk tim khusus dan saya salah satu anggotanya untuk menyelidiki hal ini,” ujar Tiong kepada AceHTrend, Rabu (14/2/2018) di Banda Aceh.

Menurut Tiong, walaupun pergantian pengurus kewenangan DPW, namun biasanya sebelum mengambil keputusan semua DPW PNA selalu ada koordinasi ke DPP PNA Tapi sampai saat ini belum ada surat dari DPW lhokseumawe yang masuk ke pihaknya.

Tiong juga mengatakan bahwa di organisasi manapun termasuk partai politik pasti ada masalah internal, namun hal ini harus disikapi dengan bijaksana.

“Ini dinamika biasa dalam sebuah organisasi, jadi kita tidak perlu dibesar – besarkan sebuah persoalan sederhana seperti ini,” ujar Tiong didampingi Bendahara DPP PNA Lukman Age.

Dalam berita sebelumnya, Sofyan yang merupakan Ketua Harian DPW PNA Lhokseumawe diberhentikan sampai batas waktu tidak ditentukan oleh DPW PNA Lhokseumawe.

Dalam surat nomor: 50/PNA/DPW-LSM/II/2018, tanggal 11 Februari 2018 yang ditandatangani oleh ketua DPW PNA Lhokseumawe Dedi Safrizal dan Sekretaris PNA setempat Amri bin Ibni disebutkan bahwa Sofyan diberhentikan untuk menghindari kekisruhan internal DPW PNA Lhokseumawe. Pemberhentian itu juga karena hasil evaluasi kinerja selama tiga bulan terakhir.

Surat tersebut juga ikut ditandatangani oleh Ketua Kecamatan Banda Sakti Syahbuddin Ibrahim, Ketua PNA Blang Mangat Amiruddin, Ketua PNA Muara Satu Ridwan Husen dan Muara Batu Abdullah Umar.[]