Mahasiswa Berperan Tangkal Radikalisme & Intoleransi

ACEHTREND.CO,Banda Aceh- Pemimpin Redaksi aceHTrend Muhajir Juli, Kamis (22/2/2018) mengatakan sebagai insan akademis, mahasiswa berperan besar menangkal hoax yang mempropagandakan ketakutan, keresahan dan sentimen keagamaan.

Hal ini disampaikan oleh mantan aktivis pers kampus Universitas Almuslim, Bireuen itu, saat berbincang dengan Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fisip Unsyiah, di ruang redaksi media online tersebut.

“Produk hoax selama ini menjadi bagian dari politik. Ragam isu tak bertanggung jawab dilempar ke publik, dengan tujuan melahirkan ketakutan, kegelisahan, kemarahan terhadap kelompok lain. Jelang pemilu film seperti ini selalu diputar. Isu penculikan anak dll selalu dihembuskan,” terang Muhajir Juli.

Sialnya, netizen, termasuk mahasiswa, dosen, warga biasa hingga aparat hukum dan aparat pertahanan negara, sama-sama ikut menyebarkan isu-isu itu di media sosial seperti Facebook dan WhatsApp. Kasus seperti AKN Pidie Jaya merupakan bukti paling baru betapa hoax itu dimakan mentah-mentah oleh publik.

Untuk itu,Muhajir Juli berpesan, mahasiswa apalagi HMI harus cerdas memahami situasi. Sebagai organisasi yang sangat besar, HMI harus menjadi tempat bertanya, bukan ikut-ikutan menebar ketakutan.

“Mahasiswa punya tanggung jawab moral untuk memberikan pemahaman yang benar kepada jelata. Bukan ikut-ikutan menyebarkan informasi yang tidak jelas kepada publik,” harapnya.

Ketua HMI Komisioner Fisip Unsyiah, Tibrani dalam kesempatan itu berharap media massa mampu menjadi penangkal merebaknya hoax yang membawa konten radikalisme dan intoleransi.

Menjawab itu, Muhajir menjelaskan sejauh ini, tulisan-tulisan propaganda yang mengandung muatan radikalisme dan intoleransi tidak diproduksi oleh mass media profesional. Itu kerjaannya media abal-abal serta blog. Yang paling umum adalah broadcast di media sosial.

“Kalian harus kritisi itu. Bukan sedikit orang berpangkat, orang besar dan berpengaruh yang ikut menyebarkan kabar bohong di media sosial. Mereka juga yang selalu menshare informasi palsu yang ditulis di media palsu,” kata Muhajir.

Pertemuan yang berlangsung satu jam lebih itu ditutup dengan pemberian buah tangan kepada mahasiswa berupa buku yang ditulis oleh Muhajir Juli yang berjudul Surat Dari Penjara. []

KOMENTAR FACEBOOK