Empat kampung di Aceh Tamiang Dilanda Kekeringan

ilustrasi kekeringan dan krisis air bersih. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

ACEHTREND.CO, Kuala Simpang-Sebanyak 2.831 kepala keluarga (KK) di empat desa di Kecamatan Tamiang Hulu, Aceh Tamiang, Aceh mengalami krisis bersih. Hal ini akibat di wilayah tersebut tidak ada sumber mata air dan juga mulai jarang diguyur hujan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, Syamsul Bahri, mengatakan, keempat desa yang mengalami krisis air bersih yaitu desa Wonosari, Harum Sari, desa Bandar Setia dan desa Perkebunan Pulau Tiga, Kecamatan Tamiang Hulu. Untuk membantu warga, pemerintah setempat menurunkan mobil tangki air bersih.

“Mulai dari kemarin kita sudah pasok air menggunakan empat unit mobil tangki. Kita juga menyediakan tempat penampungan air sehingga warga mudah mengaksesnya,” kata Syamsul saat dihubungi, Jumat (23/2/2018).

Kekeringan di sana sudah terjadi sejak beberapa hari lalu. Penyebabnya, karena daerah tersebut sudah tidak pernah turun hujan sejak sebulan lalu dan di sana juga tidak ada sumber air bersih. Warga sudah melakukan sumur bor bahkan menggali hingga puluhan meter.

“Tapi tidak ada juga air bersih. Salah satu solusinya adalah dengan membangun jaringan PDAM. Tahun ini akan dipasang oleh Dinas PU,” jelasnya.

Krisis air bersih di sana sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu. Akibatnya, kini lahan persawahan dan perkebunan warga kering kerontang sehingga terancam gagal panen.

Kepala Desa Bandar Setia, Jamaluddin, mengatakan, warga di desanya sudah beberapa kali mencoba membuat sumur namun tidak mendapat sumber mata air meski sudah digali dengan kedalaman mencapai puluhan meter. Untuk mencari solusi, warga membuat sumur kecil di lahan perkebunan karet dan sawit untuk menampung air hujan.

“Kalau ada hujan sumur warga di sini ada air. Tapi dua minggu saja tidak hujan langsung kering sumur,” jelas Jamaluddin.

Menurutnya, Pemkab Aceh Tamiang sudah memasang jaringan pipa PDAM ke desa-desa yang mengalami krisis air bersih. Namun hingga kini belum dioperasikan.

“Kami sudah lama menunggu, sudah sekitar dua tahun proses pembuatan tapi sampai sekarang kami belum mendapatkan air dari PDAM,” kata Jamaluddin.

Desa yang krisis air bersih di Aceh Tamiang:

1. Desa Wono Sari total jumlah sebanyak 532 KK

– Dusun Rejo Sari sebanyak 120 KK

– Dusun Rejo Dadi sebanyak 110 KK

– Dusun Rejo Mulyo sebanyak 302 KK

2. Desa Harum Sari total jumlah sebanyak 577 KK

– Dusun Mawar sebanyak 295 KK

– Dusun Cempaka sebanyak 282 KK

3. Desa Bandar Setia total jumlah sebanyak 315 KK

4. Desa Perkebunan Pulau Tiga total jumlah sebanyak 957 KK

Sumber: detik