Hilangkan Stigma Ureung Pungo pada Orang Depresi

Dr Nabisah Ibrahim (Foto: Dokumen KWPSI)

ACEHTREND.CO-Banda Aceh – Orang dengan depresi tingkat tinggi dan penderita gangguan mental kerap memendam persoalan yang dihadapinya. Kalau mereka menemui ahli kejiwaan (konselor) untuk berkonsultasi biasanya akan dicap sebagai ureung pungo atau orang gila oleh masyarakat.

“Stigma sebagai ureung pungo sering membuat orang dengan gangguan mental menolak melakukan konsultasi dengan konselor. Padahal gangguan mental itu dapat disembuhkan,” ungkap Dr Nabisah binti Ibrahim, dosen Pascasarjana Universiti Utara Malaysia (UUM) saat menjadi narasumber (pembentang) pada pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI), Rabu (28/2/2018) malam, di Rumoh Aceh Kupi Luwak Jeulingke Banda Aceh.

Dr Nabisah yang juga pakar psikologi Islam dari UUM Malaysia itu menyebukan, bahwa pada prinsipnya gangguan mental itu adalah hal biasa. Masyarakat diharap mau membantu mereka dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya. “Hilangkan stigma ureung pungo pada orang depresi,” sarannya.

“Depresi dan gangguan mental itu tidak berbahaya dan dapat diobati. Karenanya kita tak perlu menjauhkan diri dari mereka. Sama seperti penderita kolesterol atau darah tinggi yang tidak perlu dijauhkan,” ujar Nabisah.

Pada kesempatan yang sama KWPSI menghadirkan lima pakar lain dari UUM Malaysia, yaitu: Prof Dr Jamaluddin Mustaffa (kriminolog), Prof Dr Kamal A Hamid (pakar narkoba), Dr Zawawi (pakar hukum), Dr Syakiran (pakar administrasi publik), dan Dr Siti Rozaina (pakar psikologi).

Pengajian yang dihadiri puluhan jamaah dan aktivis media itu dipandu oleh Hasan Basri M Nur dari UIN Ar-Raniry. Ikut hadir antara lain Dr Husaini Ibrahim (arkeolog Unsyiah), Tarmizi A Hamid (kolektor manuskrip Aceh), Arif Ramdan (Dosen UIN Ar-Raniry), Muhammad Saman (Sekjen KWPSI), Heru (kepala Kantor Berita Antara Aceh), Badaruddin (pejabat Dinas Dayah Aceh) dan lain-lain. []

KOMENTAR FACEBOOK