MPD : Menyusun Kurikulum Pendidikan Islami Tidak Mudah

Prof. Dr. Darwis A Sulaiman

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Ketua Komisi Kurikulum Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh Prof. Dr. Darwis A Sulaiman yang menjadi ketua tim penyusun kurikulum pendidikan islami Aceh mengatakan, dalam menyusun kurikulum yang baik dan bernilai akademis memerlukan waktu yang lama serta tidak mudah.

“Kami berusaha mengintegrasikan semua materi keislaman dan nilai – nilai budaya Aceh kedalam kurikulum ini, namun untuk memenuhi unsur tersebut harus ada dokumen, tapi kita tidak boleh asal copy paste dan mengadopsi kurikulum Kementerian Agama (Kemenag) begitu saja,” ujar Darwis Sulaiman.

Baca : Dewan Desak Kurikulum Pendidikan Islami Segera Diterapkan di Aceh

Selain itu pihak tim penyusun yang terdiri dari Dinas Pendidikan Aceh, MPD, akademisi, Kemenag Aceh dan juga Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) sepakat Kurikulum Pendidikan Islami Aceh segera di Launching tahun 2018 ini.

Hadir dalam pertemuan tersebut Kakanwil Kemenag Aceh Daud Pakeh, anggota Komisi V Mariati dan Muslem, perwakilan dari Fakultas Tarbiyah Pendidikan Agama Islam, dan Pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Aceh. Selainb itu turut hadir perwakilan Dinas Pendidikan Aceh termasuk tim penyusun kurikulum, MPD, dan HIMPAUDI Aceh.

Sekilas tentang Kurikulum Islam Aceh.
Dasar penyusunan Kurikulum tersebut adalah Undang – Undang No. 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh terutama pasal 26 ayat 1 yang menyebutkan bahwa setiap penduduk Aceh berhak mendapat pendidikan yang bermutu dan Islami. Selain itu ada juga Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pendidikan dalam pasal 19 ayat 1 (ld).

Selain itu Qanun Aceh No. 11 Tahun 2014, dimana dalam pasal 5 ayat (2)
disebutkan bahwa “Sistem pendidikan nasional di Aceh diselenggarakan secara Islami dan terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan”.

Selanjutnya dalam pasal 44 ayat (2) disebutkan pula bahwa kurikulum yang diselenggarakan secara Islami itu wajib memuat sejumlah mata pelajaran, khususnya mata pelajaran pendidikan agama Islam yang meliputi Aqidah/Akhlak, Quran/Hadits, Fikh, Sejarah Kebudayaan Islam, dan Bahasa Arab. Ini bermakna bahwa Kurikulum Aceh akan berakibat pada penambahan waktu jam belajar dari yang telah ditentukan dalam kurikulum nasional.

Keberadaan tim pengembangan Kurikulum Aceh sudah dimulai tahun 2015 dengan SK dari kepala Dinas Pendidikan Aceh yang berlaku setiap tahun. Kemudian keluar SK yang ditanda tangani oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf tanggal 7 Juli 2017 yang berlaku sampai bulan Juli 2018.[]