Ungkap Kebenaran, KKR Aceh Minta Dukungan Semua Pihak

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh melalui momentum hari Kebenaran Internasional mengajak seluruh pihak terutama Pemerintah (Nasional dan Aceh) untuk memberikan dukungan penuh bagi Pengungkapan Kebenaran yang sedang dilakukan KKR.

“Perlu kami sampaikan bahwa dalam rangka pengungkapan kebenaran, KKR Aceh sedang melakukan pengambilan pernyataan kepada saksi dan korban yang berada di wilayah Kabupaten/Kota di Aceh,” kata ketua KKR Aceh Afridal Darmi saat memperingati hari KKR se Dunia di Blang Padang, Minggu, (25/3/2018).

Menurutnya dukungan dari Pemerintah Pusat dan Aceh sejatinya menjadi sebuah keharusan, dimana pengungkapan kebenaran dan pemenuhan hak-hak korban pelanggaran HAM hingga kini terlihat masih belum menjadi prioritas utama agenda Pemerintahan.

Padahal ungkapnya membangun hak-hak kebenaran dan martabat korban sama pentingnya dengan Pembangunan fisik dan infrastuktur yang saat ini sedang menjadi agenda utama Pemerintahan.

Hal itu sejalan dengan Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila, yang menegaskan bahwa pemajuan, penghormatan, pemenuhan dan penegakan HAM menjadi kewajiban secara kemanusiaan yang adil dan beradab.

“Kami menilai pemerintah berkewajiban untuk mengungkap kebenaran dan memastikan pemulihan hak-hak korban pelanggaran HAM di Aceh dan wilayah lainnya dalam rangka penghormatan terhadap martabat korban dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan,” uajarnya

Afridal menjelaskan setiap 24 Maret di seluruh dunia memperingati Hari Internasional untuk Hak Atas Kebenaran dan Martabat Korban Pelanggaran Berat HAM atau yang sudah dikenal dengan ‘Hari Kebenaran Internasional.

Penetapan Hari Kebenaran Internasional melalui Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah sebuah upaya penghormatan atas meninggalnya Uskup Agung Óscar Arnulfo Romero, seorang pejuang HAM dan keadilan sosial, oleh pasukan pemerintah El Salvador pada tanggal 24 Maret 1980.

“Oleh karenanya, komunitas internasional selalu memperingati hari Kebenaran Internasional untuk kembali mengingatkan tanggungjawab dan kewajiban Pemerintah untuk memberikan penghormatan atas hak-hak korban pelanggaran HAM Berat,” tuturnya.[]

KOMENTAR FACEBOOK