Rektor Unsyiah : Saya Malu, Harusnya Aceh Sudah Berubah Total

Rektor Unsyiah bersama Pemred aceHTrend (Foto: aceHTrend/Irwan)

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Prof Dr Ir Samsul Rizal mengaku miris dan malu dengan kondisi pertumbuhan Aceh hari ini. Harusnya, 10 tahun dana otonomi khusus (otsus) dikucurkan, Aceh sudah berubah.

“Saya malu, Aceh diberikan Otsus dua persen dari total APBN, harusnya Aceh sudah berubah total,” kata Samsul saat diwawancarai Pemimpin Redaksi aceHTrend, Muhajir Juli, Senin (27/3/2018) di Rumoh Aceh, Tibang, Banda Aceh.

Mestinya, harap Samsul, Aceh bisa menunjukkan ke Pemerintah Pusat bahwa 10 tahun sudah dana otsus yang diberikan melalui proses perdamaian telah benar-benar membuat Aceh berubah.

Misalkan ekonomi Indonesia tumbuh 5 persen harusnya Aceh bisa tumbuh 7 persen dengan adanya dana Otsus. Sebab, dua persen dana otsus adalah jumlah yang besar. Apalagi Aceh didukung dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang cukup berbeda dengan Papua.

“Itu Dirjen Pak Joko bilang, bahwa dia tidak khawatir tentang Aceh karena SDM di Aceh cukup, tapi di Aceh ini ada konflik tersendiri seperti konflik daerah dan konflik lainnya,” kata Samsul.

Hal itu, menurut Samsul karena masih kuatnya faktor perbedaan baik politik dan daerah dalam membangun Aceh. Mestinya, dalam membangun tidak boleh mengedepankan perbedaan, dia memberi contoh bagaimana Sultan Iskandar Muda dalam membangun kejayaan Aceh saat itu.

“Iskandar Muda tidak melihat asal usulnya, Syiah Kuala itu keturunan Iran, Ar-Raniry itu keturunan India. Kanapa Aceh di zaman Iskandar Muda bisa maju, karena tidak mengedepankan perbedaan,” katanya.[]