Belajar Jurnalistik Kepada Fahmi Mada

ACEHTREND.CO,Banda Aceh-Selembar foto jurnalistik harus mampu mewakili seribu kata. Dalam dunia media massa, foto adalah bentuk lain dari berita, yang memiliki kekuatan melebihi tulisan. Untuk itu, foto jurnalistik harus memiliki jiwa, semangat dan kekuatan tersendiri.

Demikian petuah dari Fahmi Mada, tokoh pers Aceh yang kini bermukim di Jakarta. Lelaki kelahiran Kembang Tanjong, Pidie, merupakan wartawan yang sudah bekerja di media pada tahun 1990. Alumni Warta Unsyiah itu, merupakan jurnalis foto, yang belajar langsung dari wartawan senior Kompas.

“Dalam konsep jurnalistik, foto yang tampil di media, apalagi yang muncul di halaman muka (headline) haruslah berkonsep people. Yaitu foto yang menampilkan ekspresi (emosi) objek yang ditampilkan. Sehingga dengan melihat foto saja, pembaca bisa menerjemahkan dengan pemahaman sendiri,” ujarnya, Kamis (29/3/2018).

Dalam diskusi ringan yang berlangsung di Bin Ahmad Coffee, kompleks Green House aceHTrend, Gampong Tibang, Syiah Kuala, Banda Aceh, Fahmi Mada berbagi pengetahuan secara informal kepada wartawan aceHTrend, sembari ngopi pagi.

Dari cerita yang disampaikan oleh lelaki energik itu, menjadi wartawan di masa lalu, sangatlah sulit. Hal ini tidak terlepas dari kualitas perusahaan yang memproduksi media. “Ujiannya sangat ketat. Bahkan saya sempat tidak lulus. Walau kemudian berhasil menjadi wartawan, itu karena kerja keras dan harus melewati ujian yang tidak ringan,” ujar Fahmi.

Dalam kesempatan itu Fahmi mengatakan, wartawan yang sesungguhnya adalah ianya yang membaca tiada henti. Di Jakarta, kata Fahmi, wartawan di media besar wajib menamatkan satu judul buku per bulan.

“Jadi bila ada media yang mempekerjakan orang tidak lulus SMP, itu saya sebut sebagai bentuk kekhilafan. Itu bentuk ketidakpahaman mereka tentang industri yang digelutinya,” kata Fahmi. []

Foto: Fahmi Mada (kiri) sedang berdiskusi dengan CEO aceHTrend Risman A Rachman.(Muhajir Juli)

KOMENTAR FACEBOOK