Membaca Jumlah Kursi DPRA Partai Aceh

Muzakir Manaf atau Mualem (Foto: aceHTrend/FCS)

ACEHTREND.CO, Banda Aceh- Pada pemilihan agnggota legislatif tahun 2009, Partai Aceh (PA) yang kala itu dominan didukung oleh Komite Peralihan Aceh (KPA) mampu menjadi partai pemenang pemilu, dengan jumlah kursi mayoritas. Gegap gempita itu kemudian menurun, walau masih sebagai yang dominan, kursi PA tersisa 29, padahal jumlah kursi yang tersedia bertambah, dari sebelumnya 69 kursi, pada pileg 2014 menjadi 81 kursi.

Benarkah PA mulai ditinggalkan oleh rakyat Aceh? Lalu, bagaimana dengan proyeksi 2019?

Sebanyak 33 kursi DPR Aceh berhasil diperoleh PA pada pemilihan legislatif (pileg) tahun 2009, atau sekitar 47,8 Persen dari 69 jumlah kursi yang tersedia.

Urutan kedua diduduki Partai Nasional yaitu Partai Demokrat sekitar 14 persen dengan perolehan sebanyak sepuluh kursi. Urutan ketiga diduduki Partai Golkar dengan perolehan delapan kursi sekitar 11,5 persen, PAN lima kursi, sekitar 7,2 persen, PKS empat kursi, 5,7 persen, PPP tiga kursi 4,3, persen sementara PDA, PDIP, PBB, PPPI, Patriot masing masing satu kursi sekitar 1,4 Persen.

Sementara pada Pileg 2012 partai Aceh mengalami penurunan jumlah kursi yaitu hanya memperoleh sebanyak 29 kursi atau sekitar 35,8 persen dari 81 jumlah kursi yang tersedia pada saat itu. Meskipun terjadi penambahan 12 kursi di DPR Aceh pada tahun itu, namun demikian PA kehilangan empat kursinya, artinya partai Aceh tidak mampu mempertahankan jumlah perolehan kursi sebelumnya.

Pada Pileg 2009 partai Aceh berhasil meraup 1.007.173 suara atau 46.93 Persen dari total suara sah 2.146.141, dengan DPT 3.009.965 untuk seluruh Aceh. Pada Pileg 2014 PA hanya mampu meraut 847.956 suara dari jumlah 2.399.159 suara sah dengan jumlah DPT 3.315.094.

Meski perolehan kursi berkurang, namun PA masih berada di urutan teratas bila dibandingkan dengan perolehan kursi beberapa partai lain, seperti Partai Golkar hanya memperoleh Sembilan kursi dengan persentase 11,11 Persen. Kemudian Demokrat dan NasDem masing masing delapan kursi, PAN tujuh kursi, PPP enam kursi, PKS empat kursi. Gerindra dan PNA masing masing tiga kursi. Sementara PKB, PKPI, PBB masing masing satu kursi.

Partai yang meningkat perolehan kursi yaitu PAN dan PPP, PAN sebelumnya pada tahun 2009 memperoleh lima kursi menjadi tujuh kursi pada pileg 2014, PPP tiga kursi menjadi enam kursi di tahun 2014.

Parpol yang menurun perolehan kursi yaitu partai Aceh dari 33 menjadi 29, Demokrat dari 10 menjadi delapan kursi, PDI-P dari satu kursi menjadi tidak ada sama sekali, sementara partai baru mengikuti pileg di tahun 2014 adalah NasDem sebanyak delapan kursi, Gerindra dan PDA sebanyak tiga kursi.

***
Bila melihat data di atas, maka walau masih menjadi pemenang pemilihan legislatif, PA telah mulai kehilangan pendukungnya. Hilangnya empat kursi pada pileg 2014, padahal jumlah kursi di DPRA bertambah menjadi 81, menjadi early warning bahwa pola politik yang diperlihatkan kepada publik, kian tidak disukai.

Lalu, bagaimana proyeksi pada pileg 2019, berapa target kursi yang ingin mereka raih? Sehjauh ini belum ada yang bicara angka. []

KOMENTAR FACEBOOK