Mahasiswa Dari 30 Negara Berkunjung ke Dayah Entrepreneur Darussalam

Foto: Teungku Baihaqi.

ACEHTREND.CO, Bireuen- Mahasiswa yang berasal dari 30 negara di dunia mengunjungi Dayah Entrepreneur Darussalam, yang berlokasi di Gampong Beunyot, Kecamatan Juli, Bireuen, kamis (29/3/2018). Mereka yang diketuai oleh Profesor Surichai Wungai dari Thailand, datang dalam rangka meempelajari program reintegrasi dan perdamaian Aceh.

Menurut informasi yang disampaikan oleh Teungku Baihaqi Nurdin yang merupakan kepala sekolah di dayah tersebut, 30 mahasiswa dari 30 negara itu merupakan mahasiswa Chulalongkorn University, Bangkok, Thailand.

“Mereka dari universitas di Thailand. Di sini mereka ingin mempelajari tentang Aceh pasca tsunami dan konflik, termasuk reintegrasi dan keberlanjutan perdamaian,” ujar alumni Universitas Al-Azhar, kairo, Mesir.

Dalam kunjungan itu, tambah Baihaqi, Dra. Teresa Zorrilla Palomar anggota Ashoka Venture menawarkan kerjasama dalam rekontruksi pasca konflik dan tsunami dengan cara empati. Sedangkan Teja Rot dan Slovene Union of University Women menawarkan kerjasama bidang sosial entrepeneur khusus untuk perempuan.

Juga ada tawaran kerjasama dari Dr. Fatma dan Africa International University di Khartoum di bidang beasiswa ke Sudan.

Foto: Ist.

“Banyak tawaran kerjasama yang mereka sampaikan. Terkait itu kami tentu menyambut baik serta akan mempelajari lebih lanjut,” kata teungku Boy.

Lelaki lulusan Mesir itu mengatakan, kedatangan rombongan internasional tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada pihaknya yang hingga saat ini fokus membangun pendidikan berbasis agama dengan mengangkat serta sisi dunia usaha bagi generasi muda Islam.

Selain bertemu pembina dayah yaitu teungku Nasruddin bin Ahmad yang juga salah seorang intelektual GAM, rombongan yang berasal dari negara Sudan, Afghanistan, Thailand, Brazil, Canada, USA, India, Kenya, Senegal, Iran, Meksiko, Somalia, dll, juga bercengkerama dengan para siswa dalam bahasa Inggris.

“Kunjungan ini juga menjadi pelajaran bagi santri di sini bahwa dunia ini dihuni oleh manusia dari berbagai bangsa, agama serta ragam warna kulit dan warna politik dengan berbagai bahasa. Ini dalam ilmu bisnis merupakan pasar potensial. Insya Allah, anak didik di sini kami didik bukan hanya untuk mengenal agama, juga mengenal dunia,” imbuhnya.