Pelajaran Moral dari Seorang Cristiano Ronaldo

Ronaldo (kanan). Foto: Instagram Ronaldo.

Sosok Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi terus dibanding-bandingkan dalam dunia sepakbola sampai sekarang. Terhitung dari 10 tahun terakhir dua sosok ini terus bergantian menerima anugerah pemain sepakbola terbaik dunia (Ballon D’or). Jika saya mencoba untuk membandingkan antara Ronaldo dengan Messi saya sependapat dengan Sir Alex Ferguson, pelatih Ronaldo ketika di Manchester United dan disebut-sebut juga sebagai orang paling berjasa dalam karier Ronaldo. Sir Alex pernah mengatakan:

“Menarik bagi saya bahwa kita banyak mendengar tentang dua pemain ini: Ronaldo dan Messi. Sekarang jangan salah, Messi adalah pemain fantastis, sepertinya ia memakai sendal ketika mengontrol bola, tapi bagi saya perbedaannya ada di sini: Messi adalah pemain Barcelona tapi Ronaldo bisa main untuk Stockport County dan mencetak hat-trick. Ia memiliki semuanya. Ia bisa menembak dengan kedua kaki, menyundul bola, ia seberani singa, dan di sinilah sesuatu yang dilewatkan orang. Saat saya di Manchester United saya beruntung memiliki banyak orang yang menghabiskan waktu berjam-jam untuk lebih baik, Gary Neville mengubah dirinya dari pemain biasa menjadi luar biasa karena etos kerjanya, demikian pula dengan David Beckham, tapi Ronaldo biasanya menguras dirinya sendiri, dan masih melakukannya. Ia hanya ingin menjadi yang terbaik di dunia.”

Kalau saya boleh menambahkan perbandingan antara keduanya lagi, Ronaldo telah sukses di dua klub yang memainkan sepakbola dengan gaya yang sangat berbeda, MU yang bermain di liga Inggris dan Real Madrid yang bermain di liga Spanyol. Sedangkan Messi hanya bermain di Barcelona di liga Spanyol.

Namun, di sini saya bukan membahas tentang perbedaan keduanya. Di sini saya mencoba membahas tentang Cristiano Ronaldo dan pelajaran moral pada dirinya yang patut kita tiru meskipun dia bukan seorang muslim.

Saya mulai mengenal sosok Ronaldo ketika dia berkunjung ke Aceh untuk memberikan dukungan dana dan moral kepada masyarakat Aceh yang terkena musibah tsunami. Di Aceh dia dipertemukan dengan Martunis bocah berusia 8 tahun yang selamat dari gelombang tsunami setelah bertahan di atas pohon selama 21 hari. kebetulan martunis saat itu sedang memakai kostum timnas Portugal dengan nama Diego Costa. Kejadian ini menarik Ronaldo untuk mengangkat Martunis menjadi anak angkatnya. Kejadian itu membuat nama Ronaldo melambung di media Indonesia, dari situ saya mulai mengenal dengan pria Portugal ini, saat itu umur saya sama seperti Martunis sekitar 8 tahun.

Di dalam lapangan Cristiano Ronaldo memang terlihat sebagai sosok yang arogan, egois. Tidak jarang dia marah kepada rekan setimnya jika melakukan kesalahan seperti tidak mengoper bola kepadanya ketika dia berdiri bebas atau timnya kalah. Selain itu, kadang dia juga kelihatan egois, terlalu memaksakan dalam mencetak gol padahal rekan lainnya siap untuk menerima umpan. Tapi itu wajar dia lakukan sebagai sosok yang sangat ambisius dia ingin terus lebih baik. Pelajaran moral pertama yang bisa kita tiru dari seorang cristiano ronaldo adalah

Ambisius

Tidak ada yang membantah jika saya menyebutkan Ronaldo sebagai sosok yang sangat ambisius. Xabi Alonso Mantan Rekan Ronaldo yang kini memperkuat Bayern muenchen pernah mengatakan:

“Cristiano adalah pria yang ambisius, memiliki karakter kuat, dan kepercayaan diri tinggi. Dia mengucapkan segala sesuatu apa adanya; tak pernah berusaha bermulut manis. Cristiano (tak terbantahkan lagi) adalah pemain yang sangat penting bagi tim. Ia memiliki hubungan baik dengan semua orang di ruang ganti. Jelas ada respek antara saya dan dirinya. Tentu saja saya tak bisa akrab dengan semua orang. Cristiano dan saya tidak banyak berbicara di luar ruang ganti (dalam keseharian). Tapi, kala berada di klub, kami cocok.Cristiano Ronaldo tidak bergaya layaknya primadona.”

Dalam sesi training pun Ronaldo pemain yang paling awal tiba di tempat latihan dan juga pemain yang paling terlambat pulang. Ya, begitulah CR7 dia ingin terus lebih baik, ambisinya sangat besar. Jika anda menonton Final Euro 2016 ketika dia ditarik keluar karena cedera, kita menyaksikan air matanya meleleh. Saya yakin air matanya meleleh bukan karena sakit akibat cedera tapi karena ambisinya untuk bermain dan menjadi juara bersama negaranya pupus. Tapi dia punya cara lain, dia terus menyemangati rekan setimnya layaknya motivator di ruang ganti dan di pinggir lapangan hingga akhirnya Portugal menjadi juara. Saya sempat melihat postingan di instagramnya usai Portugal juara dengan caption ‘i’m always dream to win this title’

Jiwa Sosial yang Tinggi

Ronaldo pernah melelang sepatu emasnya seharga 30 Milyar, selanjutnya dana hasil lelang sepatu tersebut diberikan kepada sekolah-sekolah di Gaza. Para pendukung Palestina kemudian lebih menghormati Ronaldo karena sang superstar Portugal itu secara terbuka mendukung perjuangan mereka dengan menolak untuk bertukar kaos dengan pemain Israel selama kualifikasi Piala Dunia 2014 di Tel Aviv.

Setelah pertandingan, Ronaldo berjalan langsung ke luar lapangan dan tidak mau bertukar kaos dengan pemain lawan, sebuah ritual yang umum dilakukan para pesepak bola internasional. Dia hanya muncul sebentar dan terlihat bicara dengan satu pemain Israel dan kemudian pergi berlalu.

Selain itu dia juga pernah memberikan bantuan kepada Rakyat Aceh saat Tsunami 2004 silam, pernah memberikan bantuan dana di suatu provinsi di portugal yang terkena musibah tsunami. Masih banyak aksi sosial Ronaldo lainnya yang tidak saya tulis disini.

Tidak Bertato

Susah mencari pemain sepakbola di Eropa yang tidak bertato, hampir semuanya memiliki gaya hidup dengan bertato. Terkecuali dengan Cristiano Ronaldo, dia punya alasan sendiri untuk tidak bertato. Alasan mengapa Ronaldo ogah merajah tubuhnya dengan tato pun cukup simpatik. Dia mengabaikan tato demi bisa terus mendonorkan darahnya kepada yang membutuhkan. Di banyak negara, tato baru bisa memengaruhi seberapa sering seseorang menyumbangkan darah, dengan masa tunggu antara enam bulan dan satu tahun bekerja sebagai pencegahan terhadap kontaminasi silang dan penyakit seperti hepatitis.

“Saya tidak punya tato karena sering mendonorkan darah,” kata Ronaldo kepada Diretta News.

Anti Alkohol dan Rokok

Selain tidak bertato Ronaldo juga sangat anti dengan merokok. Terkait kebiasaan itu, Ronaldo memang memiliki pengalaman tak menyenangkan. Ayahnya, Jose Diniz Aveiro, meninggal karena efek keranjingan mengonsumsi minuman beralkohol. Karenanya Ronaldo bersumpah tak akan meneguk alkohol selama hidupnya.

“Dia menjadi semakin kuat dan cepat karena menginvestasikan waktunya dan energinya untuk berlatih. Dia juga tidak pernah merokok dan mengonsumsi minuman mengandung alkohol,” ungkap mantan rekan setim Ronaldo kala masih di Manchester United, Edwin van der Sar. Itulah sedikit banyak gambaran saya tentang sosok Cristiano Ronaldo.

Itulah beberapa pelajaran moral yang dapat kita tiru dari sosok cristiano Ronaldo. Satu hal yang harus kita ingat untuk menjadi orang terbaik dalam bidang apapun kita harus berkorban lebih banyak. Jika ingin menjadi orang yang luar biasa kita harus bekerja keras luar biasa orang-orang biasa.

KOMENTAR FACEBOOK