Bersama Sang Suami, Dr Sri Rahmi Ungkap Kronologis Video Viral

Dr. Sri Rahmi bersama suaminya Dr Zainal Abidin di redaksi aceHTrend (Foto: aceHTrend)

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Dr Sri Rahmi mengungkapkan kronologis ihwal video yang sempat viral di media sosial sejak Jumat 13 April 2018 lalu.

Dalam video itu terlihat Wakil Rektor III UIN Ar-Raniry itu menenangkan Hayani Istrinya yang sedang tersulut emosi di jalan Gampong Laksana, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh.

Hayani terlihat meluapkan kemarahannya tatkala mobil dinas suaminya menumpangi seorang perempuan yang diketahui adalah Dr Sri Rahmi, isteri dari Dr Zainal Abidin yang juga dosen di universitas yang sama.

“Sebenarnya saya berada di sana (mobil) tidak pada sebuah perencanaan,” ungkap Dr Sri Rahmi memulai pembicaraan saat berkunjung ke redaksi aceHTrend bersama suaminya. Turut hadir juga Prof Dr Syamsul Rijal bersama isteri, Minggu (15/4/2018).

Berita terkait :Sempat Viral, Isteri Prof Syamsul Rijal Sampaikan Klarifikasi

Dr Sri Rahmi menuturkan, sebelum dirinya bertemu tanpa sengaja dengan Prof Syamsul, ia baru saja dari tukang jahit baju di Gampong Laksana yang kemudian dia singgah ke toko orang tuanya yang juga berada di gampong tersebut.

Anak pertamanya meminta ia membelikan kue di Banda Bakri yang letaknya tidak jauh dari toko orang tuanya. Sejurus kemudian dia menelpon suaminya untuk menanyakan siapa yang akan menjemput anak keduanya yang saat itu kursus bahasa bahasa Inggris di LIA, Jalan Tengku Daud Beureuh, Lampriet, Kota Banda Aceh.

“Saya tanya suami posisi dimana, kemudian beliau menjawab bahwa sedang di rumah. Jadi siapa yang jemput anak, mamak yang jemput saja katanya (suami),” cerita Sri Rahmi.

Kepada suaminya, Sri Rahmi mengatakan sebelum menjemput anaknya terlebih dahulu dia akan membeli kue atas permintaan anak sulungnya ke Banda Bakri, kemudian baru menjemput anaknya di LIA selanjutnya menuju ke UIN untuk finger print (absen).

“Kenapa saya tidak memarkirkan mobil pas di depan Banda Bakri karena di situ sangat penuh dan full sehingga agak ke depan sedikit saya parkirkan mobil dan kemudian jalan kaki. Saya berjalan kaki pas di depan Banda Bakri mau nyebrang di Gampung Laksana, pada saat itu saya mengenakan pakaian rumahan, karena memang niatnya tidak ke kampus dulu karena ada kegiatan sama anak di toko orang tua saya,” jelasnya.

Menurut Sri Rahmi, dia hanya membutuh 5 atau 10 menit waktu untuk beli kue sehingga ia tidak membawa handpone kecuali uang untuk beli kue dan kunci mobil.

“Saat saya parkir, memang agak sulit untuk nyebrang karena memang arus lalu lintas saat itu padat, kemudian saya melihat ada mobil Bapak Wakil ReKtor III UIN Ar-Raniry (Prof Syamsul), saya belum bisa menyebrang saat itu. Kemudian bapak menurunkan jendela mobil dan menanyakan ngapain di sini, sehingga terjadi percakapan,” katanya.

Karena lalu lintas padat dan menyulitkan Sri Rahmi untuk menyebrang jalan, Prof Syamsul meminta Sri Rahmi untuk naik ke mobilnya untuk diturunkan di tempat yang mudah bagi Sri Rahmi menuju ke Banda Bakri.

“Namun belum sempat kita bicara dalam beberapa saat itu sudah terjadi kegaduhan, saya bilang sama bapak, saya turun pak. Dibilang bapak jangan di sini, kondisi tidak kondusif, kita cari tempat yang aman untuk turun.”

“Kita tidak komunikasi apapun dan tidak ngomong apapaun di situ, suami saya juga langsung mengecek telpon tidak ada panggilan keluar, tidak ada sama sekali, jadi tidak ada sebuah janjian, kalau janjian saya pikir tidak di tempat keramaian seperti itu. Kemudian kalau sudah janjian saya akan menggunakan pakaian yang agak bagus dalam arti kata pakaian yang siap tidak mengenakan rumahan,” tegasnya.

Bahkan, katanya, saat itu anaknya mau ikut ke Banda Bakri untuk beli kue bersamanya namun dia meminta agar anaknya menemanin Abusyiknya (panggilan untuk kakek) karena setelah beli kue ia berencana untuk menjemput anak keduanya di LIA.

“Makanya mengetahui kejadian ini suami sangat shock karena baru selesai komunikasi,” katanya.

Kepada media ini, Sri Rahmi juga mengungkapkan bahwa dirinya dekat dengan Isteri Prof Syamsul yang disapanya Kak Yani. “Di sini saya ingin tegaskan agar tidak terjadi salah persepsi,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga membatah pemberitaan yang menyebut dirinya sebagai Wanita Idaman Lain (WIL), karena konotasi dari WIL tersebut adalah wanita simpanan.

“Padahal gerak-gerik saya semua diketahui oleh Suami, jadi simpanan seperti apa, kemudian ketika disebut tertangkap, itu kesannya mobil parkir berjam-jam ada orang di dalam itu dan tidak turun-turun kemudian dipergoki itu makna itu makna tertangkap yang saya fahami. Sedangkan WIl adalah pengganggu suami orang, itu tidak nyaman bagi saya seorang isteri atau sebagai seorang ibu,” katanya.

Dia menambahkan, kalau berstatus single hal tersebut mungkin saja bisa terjadi, namun dia memiliki suami dan keduanya mengaku hidup rukun dalam rumah keluarga.

“Jadi ingin saya tegaskan hubungan saya dengan Pak Warek III dari awal hanya hubungan kerja, dan rekan bisnis. Kenapa kadang-kadang ada kedekatan, karena ada program, ada pekerjaan, selepas dari itu kadang-kasang sampai 6 bahkan 10 bulan saya dan bapak Samsul tidak ada komunikasi. Beliau juga cerita bahwa di dalam keluarganya tidak ada masalah apapun,” terangnya.

Dia juga menegaskan, sebagai seorang Isteri dan seorang Ibu bagi anak-anaknya, kemanapun dia pergi dari rumah selalu dikethui oleh suaminya, baik itu saat ada tugas kerja ke luar kota dia mengaku selalu memberikan informasi lengkap pada suaminya.

“Dan saya pergi kerja itu atas izin suami saya. Jadi saya tidak mau disalah artikan karena kasihan nama besar UIN sebagai kampus kebanggaan, saya tidak mau itu terjadi. Saya tegaskan saya tidak punya hubungan apapaun sama beliau selain hanya hubungan kerja,” tegasnya.

Sementara itu, Dr Zainal Abidin melihat ada yang berusaha untuk memanfaatkan situasi di balik beredarnya video yang melibatkan isterinya tersebut. Hal ini dinilainya karena UIN saat ini sedang dalam proses pemilihan rektor.

“Saya lihat ini lebih bayak orang lain yang memanfaatkan situasi, apalagi di UIN sedang dalam pemilihan Rektor. Saya pikir ini dimanfaatkan lebih jauh, kalau kita telusuri sebenarnya tidak ada apa-apa,” jelasnya.

Berita terkait :Prof Syamsul: Itu Hanya Kesalahfahaman

Dr Zainal dalam kesempatan itu membenarkan apa yang disampaikan isterinya, Dr Sri Rahmi. Menurut Zainal saat masuk masuk panggilan telpon isterinya member tahunya ingin membeli kue atas permintaan anak sulungnya dan saat itu isterinya juga menanyakan dimana keberadaannya.

“Ditanya saya dimana, saya katakan sudah sampai ke rumah. Kemudian ditanya anak-anak seperti apa, saya katakan, udah mamak jemput saja. Tapi, katanya dia mau beli kue dulu, karena anak saya yang pertama minta dibeliin kue lapis panda, setelah itu baru jemput anak saya yang nomor dua di LIA,” cerita Zainal.

Berselang beberapa menit kemudian, dia menerima telpon bahwa ada musibah kecelakaan. Saat itu dia berfikir isterinya menabrak orang, kemudian masuk lagi telpon dari Warek III UIN jika isterinya sudah di Polsek. Kemudian dia ke Polsek Kuta Alam untuk menemui isterinya.

“Hubungan saya dengan isteri baik-baik saja dalam keluarga. Kami semua ini satu kantor, saya dan isteri di UIN begitu juga Pak Warek dan isteri. Jadi dalam hal ini tidak ada masalah apapun, saya lihat ini lebih bayak orang lain yang memanfaatkan situasi ini,” pungkasnya.[]