Pukul Supir Truk, Oknum Pegawai Kejari Abdya: Saya Hilang Kontrol

Oknum Pegawai Kejari Abdya, Fauzan (Foto:aceHTrend/Masrian)

ACEHTREND.CO, Blangpidie – Terkait dugaan pemukulan terhadap Muhammad Hasbi (50) warga Dusun Lam Kuta, Gampong Kepala Bandar, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) pada Rabu 25 April kemarin, diakui Fauzan, Oknum Kejaksaan Negeri (Kejari) Abdya.

“Saya hilang kontrol karena mobil saya ditabraknya,” kata Fauzan saat dikonfirmasi aceHTrend, Kamis (26/2/2018).

Berita terkait :Oknum Pegawai Kejari Abdya Diduga Bogem Sopir Mobil Angkut Pasir

Kepada aceHTrend, Fauzan menceritakan ihwal terjadinya pemukulan tersebut. Menurutnya, saat itu Muhammad Hasbi memasuki jalan lorong pasar buah menuju arah terminal dengan mengenderai mobil angkutan pasir.

Sementara Fauzan bersama keluarga sedang mengendarai mobil dari arah terminal menuju arah jalan nasional Banda Aceh – Medan.

Mobil Fauzan yang diserempet Hasbi

Setiba di simpang jalan, Hasbi menyerempet sebelah kanan badan mobilnya. Kemudian Fauzan sempat membuka kaca mobil untuk menyuruh Hasbi menyetop laju mobil.

“Beliau menyerempet mobil sebelah kanan, di saat itu saya suruh beliau berhenti guna untuk menghindari lecet parah, namun beliau terus melajukan mobilnya hingga pintu mobil depan belakang lecet parah,” ungkap Fauzan.

Kemudian dirinya bersama istri langsung turun dari mobil guna menanyakan kepada Hasbi, atas dasar apa mobilnya ditabrak.

“Saya sama istri langsung turun dari mobil untuk menanyakan kepada beliau kenapa mobil saya ditabrak, karena lorong tersebut merupakan jalan satu arah. Tidak lama kemudian beliau ngomong dengan nada tinggi kalau beliau sering lewat dari jalan itu. Jadi¬† disaat itu saya hilang kontrol sebab disaat mobil diserempet beliau tidak mau berhenti hingga membuat anak saya terkejut, dan beliau pun tidak berhenti ngomong dari dalam mobil, ya namanya saja naluri seorang ayah, jadi disaat itu beliau sempat saya tampar satu kali di daerah mulutnya,” kisahnya.

Fauzan, menambahkan, setelah kejadian tersebut, pihak kejaksaan dan kepolisian setempat langsung terjun ke lapangan untuk mendamaikan.

“Dan kemarin itu langkah damai sudah sama-sama kita tempuh,¬† saat itu saya sedang menunggu keuchik gampong saya untuk menuju ke lokasi. Di saat Pak Keuchik dalam perjalanan dari Lembah Sabil ke Blangpidie, tiba-tiba datang salah seorang perempuan tidak saya kenal langsung bilang tidak perlu damai. Akirnya perdamaian tidak berlanjut,” ujar Fauzan.

Dalam hal tersebut lanjut Fauzan, dirinya berharap agar proses perdamaian berlanjut antar kedua belah pihak.

“Saya berharap agar kasus ini bisa untuk diselesaikan dengan cara kekeluargaan dengan menempuh jalan perdamaaian,” pungkas Fauzan.[]