Kesehatan Mental Mengancam Pekerja Muda

ilustrasi

ACEHTREND.CO, Jakarta – Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) menjadi perhatian bagi setiap pekerja, tak terkecuali bagi para pekerja muda. Penting untuk mewujudkan generasi pekerja yang aman dan sehat dalam bekerja.

Pekerja muda harus menjadi perhatian khusus karena saat ini banyak pekerja muda dalam berbagai sektor tidak memiliki kesadaran dan belum menerapkan K3. Akibatnya, banyak terjadi kecelakaan kerja.

“Bahaya-bahaya yang dihadapi dalam kerja berbeda-beda, ada bahaya biologis, bahaya psikososial, bahaya fisik, serta bahaya ekonomis,” kata Azzi Mannal, Spesialis K3 dari ILO (International Labour Organization) Jenewa, di Gedung Kerta Niaga Kota Tua, Jakarta Barat, Sabtu (28/04/2018).

“Untuk pekerja muda, dalam hal ini pekerja baru atau itu pekerjaan pertamanya, ia cenderung tidak punya keberanian untuk mengungkapkan bahwa kondisinya sedang tidak sehat. Dia belum punya kemampuan secara mental untuk bisa menyuarakan kebutuhannya pada pihak lain,” lanjut Azzi.

Di era ekonomi digital, para pekerja muda banyak memiliki persoalan kesehatan mental. Hal ini dikarenakan kondisi dan tuntutan para pekerja media dan kreatif berada pada ranah kognitif dan intelektual, sehingga tekanan dan kondisi kerja sangat berdekatan dengan kondisi mental.

“Jam kerja yang panjang atau dituntut deadline yang terus menerus yang membuat stres dalam bekerja bisa mempengaruhi kondisi mental,” tambahnya.

Dalam situasi ini, dibutuhkan keterlibatan aktif dari pekerja muda terkait upaya pencegahan K3. Saat ini, sudah dilakukan dengan upaya memasukkan K3 dalam kurikulum anak-anak sekolah yang diharapkan dapat membangun upaya pencegahan sejak dini yaitu bagaimana melindungi diri saat menghadapi bahaya.[]

Sumber : Detik.com