Besok, Warga Aceh Utara Peringati Tragedi Simpang KKA ke 19 Tahun

Peristiwa Tragedi Simpang KKA Aceh Utara, 3 Mei 1999 (Sumber: Google)

ACEHTREND.CO, Lhoksukon – Warga Aceh Utara akan memperingati Tragedi Simpang KKA ke 19 tahun yang akan dilaksanakan di Jalan Simpang KKA, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Kamis (3/5/2017).

Kegiatan ini digelar oleh Forum Kominikasi Korban dan Keluarga Tragedi Simpang KKA (FK3T SP. KKA) dan Komunitas Korban Pelanggaran HAM Aceh Utara – Kota Lhokseumawe (K2HAU)

“Besok, kita akan memperingati tragedi Simpang KKA. Ada beberapa kegiatan yang digelar yaitu zikir bersama, ziarah makam korban, pameran foto. Bahkan nantinya akan dilakukan orasi oleh keluarga Korban,” Kata Ketua Panitia Pelaksana, Murtala kepada aceHTrend, Rabu (2/5/2017).

Murtala menambahkan kegiatan itu akan mulai pukul 08:30 Wib, Sedangkan Doa dan Zikir bersama akan dipimpin langsung oleh Tgk Ishaq Ayub selaku Imum Gampong setempat.

Kemudian, kita akan melakukan long march dari tempat kegiatan ke makam umum serta melakukan ziarah di makam dua syuhada korban tragedi Simpang KKA di Gampong Paloh Lada, Kecamatan Dewantara.

Ketua Umum K2HAU, Syamsul Bahri mengatakan Peristiwa Simpang KKA merupakan kejadian di massa konflik Aceh. Menurut Data Koalisi NGO HAM Aceh mencatat sedikitnya 46 warga sipil tewas, 156 mengalami luka tembak, 10 orang hilang dan 7 tujuh orang tewas yakni anak-anak.

Syamsul menambahkan terkait Psikologi korban belum pulih seutuhnya karena masih menginggat dan membayangi tragedi berdarah itu.

“Korban mengharapkan pemerintah segera menyelesaikan kasus tragedi berdarah di Simpang KKA yang sudah terjadi 19 tahun silam, lagi pula berkas ini sudah diterima oleh Kejaksaan Agung RI ,” ujar Syamsul.

Syamsul menjelaskan setelah berkas itu di selesaikan oleh Komnas HAM, kemudian diserahkan langsung kepada Kejaksaan Agung. Jadi kami minta pihak Kejagung agar segera menyelesaikan kasus tragedi berdarah itu.

“Kami melihat seakan-akan pemerintah tidak memperdulikan terkait program-program KKR yang sudah ada di Aceh. Mak itu, kita harapkan Pemerintah harus segera menyelesaikan kasus pelanggaran HAM di massa lalu,” ungkap Syamsul.

Sejauh ini, Komunitas Korban HAM Aceh Utara (K2HAU) bersama lembaga lain akan terus memperjuangkan nasib para keluarga tragedi simpang KKA, serta proses penyelesain pelanggaran HAM yang belum dapat perhatian dari pemeraintah.[]

KOMENTAR FACEBOOK