YEL-SOCP, Selama 2 Tahun Banyak Kejahatan Ekologi Terjadi di Kawasan Konservasi Jantho

ACEHTREND.CO, Banda Aceh-Yayasan Ekosistem Lestari-Sumatran Orangutan Conservation Programme (YEL-SOCP) bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, menggelar kegiatan Focus Group Disscussion (FGD) tentang Upaya Pengamanan di Kawasan Konservasi Hutan Pinus Jantho, Senin (30/42018).

“Dari hasil kegiatan selama dua tahun terakhir, YEL-SOCP membuktikan bahwa masih terdapat berbagai ancaman di dalam kawasan konservasi Jantho, antara lain penebangan liar, perburuan satwa seperti rusa, rangkong beruang,penangkapan satwa seperti burung hias, pembakaran lahan skala besar, serta beberapa bentuk kejahatan hutan dan lingkungan lainnya terus terjadi,”kata TM Zulfikar, Koordinator Program YEL-SOCP Wilayah Aceh melalui Siaran Pers yang diterima aceHTrend.co, Selasa (1/5/2018).

Menurutnya, FGD ini dilakukan untuk membahas persoalan diatas, sampai saat ini di kawasan konservasi hutan pinus Jantho, ada sebanyak 105 spesies orangutan telah dilepasliarkan, dengan tujuan untuk membangun satu populasi baru spesies kera besar yang sangat terancam punah, berkat kerjasama antara BKSDA Aceh dengan YEL-SOCP yang telah dimulai sejak tahun 2011 silam.

“sebagian kerja YEL-SOCP di Jantho adalah melakukan pemantauan orangutan pasca pelepasliaran, maka untuk mencapai target ini telah dibentuk tim khusus pemantauan yang melakukan penjagaan dan patroli di seluruh Kawasan ini, untuk memantau sebaran orangutan dan juga pemantauan ancaman terhadap kawasan dan keanekaragaman hayatinya,” kata TM.

Hasil dari FGD ini, lanjut TM, semua pihak sepakat untuk melakukan aktivitas pengamanan bersama di Kawasan Konservasi Hutan Pinus Jantho, bentuk-bentuk kegiatan yang akan dilakukan seperti menciptakan kondisi yang kondusif didalam kawasan.

“Peran aktif masyarakat dalam pengamanan kawasan hutan akan terus kita dorong, selanjutnya memberikan pemahaman dan sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kawasan hutan konservasi,”Kata TM.

Ia jelaskan, didalam kawasan juga akan dibangun pos penjagaan, untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan, kemudian melakukan patroli rutin di kawasan konservasi.

“Semua pihak mengharapkan proses penegakan hukum dapat segera dilaksanakan, karena itu butuh peran aktif dan ketegasan pihak Kepolisian dan Kejaksaan dalam menindak para pelaku kejahatan hutan dan lingkungan di kawasan Konservasi Hutan Jantho,”katanya.

Kegiatan FGD dihadiri oleh para pemangku kepentingan dan pelaku penegakan hukum seperti Pimpinan dan Staf BKSDA Aceh, Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Dinas LHK Aceh, KPH Wilayah I, Perwakilan Polda Aceh, Kodim 0101/AB, Polres Pidie dan Polres Aceh Besar, Polsek dan Koramil Jantho, Jantho Rangers, serta beberapa unsur NGO/LSM konservasi seperti FKL, FFI, HAkA dan YEL-SOCP.[]

KOMENTAR FACEBOOK