Faisal Ridha Kritik Penangkapan Masyarakat di Rantau Peureulak

Faisal Ridha, S. Ag, MM

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Mantan aktivis Aceh angkat suara terkait penangkapan masyarakat di Rantau Peureulak Aceh Timur. Dalam siaran persnya, Faisal Ridha, S. Ag, MM menyatakan keprihatinannya dalam penetapan beberapa tersangka di Sumur Tua Gampong Pasir Putih Rantau Peureulak oleh Polres Aceh Timur. Menurut Faisal, seharusnya Polres dapat melihat peristiwa musibah ini secara lebih bijaksana, dan tidak langsung menetapkan tersangka.

“Polres perlu melakukan penyelidikan dalam rangka menggali informasi awal dan menemukan fakta-fakta tentang penyebab terjadinya kebakaran. Ini penting dilakukan agar peristiwa kecelakaan tersebut tidak lagi terulang. Tapi tidak dengan tiba-tiba menetapkan masyarakat sebagai tersangka,” tulis Faisal.

“Alasannya,” sambung Faisal, “karena kegiatan penambangan sumur minyak oleh warga sudah berlangsung lama. Aktifitas tersebut sudah berjalan selama 6 tahun tanpa ada pengawasan dari pihak terkait. Seharusnya, sejak dulu pihak kepolisian dalam hal ini polsek, dan TNI (Babinsa), camat setempat dan bupati melakukan pembinaan, bukan justru melakukan pembiaran tanpa pengawasan. Seharusnya dari dulu dilakukan pembinaan dari pihak yang berkompeten dalam bidang perminyakan sehingga musibah ini dapat dihindari,” tulis Faisal Ridha.

Faisal menambahkan bahwa secara ekonomi, keberadaan sumur minyak tua peninggalan Belanda tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat setempat yang selama ini tidak memiliki akses pekerjaan, baik sebagai pekerja di perusahaan maupun sebagai rekanan kontraktor perusahaan minyak. Menurut Faisal, sumur minyak tua ini dengan kedalaman di bawah 500 meter tentu sangat tidak ekonomis jika dioperasikan oleh perusahaan besar. Solusinya menurut Faisal adalah dengan cara membiarkan masyarakat tetap bisa menambang dengan pendampingan oleh tenaga asistensi yang disediakan oleh pemerintah melalui dinas terkait (SKK Migas, dinas ESDM, Pertamina).

Penambangan ini, tulis Faisal, kemungkinan dilakukan oleh warga akibat kecemburuan sosial karena banyak pekerja minyak yang bukan berasal dari penduduk lokal, sehingga mereka mencari peruntungan sendiri dengan menambang sumur minyak dengan pengetahuan seadanya.

Menutup siaran persnya, Faisal meminta agar Polres segera membebaskan para tersangka dari kalangan masyarakat. Sebab, pemerintah juga terkesan lalai dan tidak melakukan pengawasan.

“Atau kalau mau adil, maka pihak pemerintah juga bisa digugat atas dasar kelalaian dengan membiarkan warga negaranya bekerja dalam situasi berbahaya. Saya sangat tidak yakin bahwa Polsek, camat, dinas terkait dan bupati tidak mengetahui keberadaan penambangan minyak secara tradisional oleh masyarakat di kawasan tersebut,” demikian tulis Faisal menutup siaran persnya.

KOMENTAR FACEBOOK