Guru Besar Ilmu Komputer UI Isi Seminar Nasional APTIKOM Aceh

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) Aceh menggelar rapat kerja dan pelantikan pengurus APTIKOM Aceh periode tahun 2018-2020 bertempat di Gedung UPT TIK Unsyiah Darussalam.

Kepengurusan baru ini hasil dari Musyawarah Provinsi (Musprov) II pada tanggal 24 Februari 2018 silam.

Acara ini sekaligus diiringi oleh seminar nasional yang diisi oleh Prof Zainal A. Hasibuan, Ketua APTIKOM pusat dan guru besar ilmu komputer Universitas Indonesia dengan mengambil tema Perguruan Tinggi di Era Revolusi Industri 4.0.

Penyelenggaraan kegiatan hasil kerjasama antara APTIKOM Aceh dan Career Development Center (CDC) Unsyiah.

Dalam pemaparannya, Prof. Zainal mengungkapkan daya saing sumber daya manusia (SDM) Indonesia masih tertinggal, baru masuk dalam papan tengah dalam Human Development Index tahun 2012 yang dirilis oleh PBB.

Keadaan ini sangat membahayakan untuk SDM di era dimana revolusi industri telah memasuki generasi keempat. Ciri-ciri yang nampak dari revolusi industri 4.0 adalah hilangnya beberapa jenis pekerjaan yang ada karena sudah di otomasi, sifatnya yang bergeser dari fisik ke virtual dan menghilangi atau mengurangi peran perantara.

Penyebab itu semua, lanjut Prof. Zainal, karena teknologi saat ini telah mampu menyediakan volume data yang besar dan memori yang hampir tidak terbatas yang sering dikenal dengan Big Data.

Teknologi tersebut memiliki jenis data yang beragam (variety), teknologi kecepatan pengolahan data yang tinggi (velocity) dan ketidakpastian akan validitas data (veracity).

Di perguruan tinggi, akibat yang ditimbulkan adalah terjadinya pergeseran paradigma dalam menyediakan pendidikan yang bermutu dengan menggunakan TIK dan dosen harus memiliki kompetensi menggunakan TIK dan cakap dalam mengeksplorasi metode mengajar.
Revolusi industri mengakibatkan perubahan paradigma salah satunya pada bisnis.

Dulu bisnis itu cuma pada ruang terbatas, saat ini bisa diterapkan di ruang bebas. Sifatnya dari berkompetisi menjadi berkolaborasi (membentuk jejaring). Bisnis yang dari menjual barang (sesuatu) ke bisnis menjual ide dan nisnis secara fisik ke bisnis secara digital.

Ada beberapa strategi dalam menghadapi revolusi industry generasi keempat ini. Pentingnya penyelarasan dunia pendidikan dan dunia kerja bisa dilakukan melalui Sertifikasi Berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di dalam Kurikulum.

Selanjutnya dalam pengembangan sumeber daya manusia (SDM) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) nasional dilakukan dengan mempertajam capaian pembelajaran dengan peta okupasi, dan dibuktikan dengan Sertifikat Kompetensi, Profesi dan Industri.

Terakhir, ujar Prof. Zainal, untuk menjadi negara maju Indonesia harus bisa mentranformasikan ekonominya yang sebelumnya berbasis sumber daya alam menjadi berbasis pengetahuan.

Kontributor:
Hendri Ahmadian
(Koordinator Jurnal dan Publikasi APTIKOM Aceh)