Pembinaan Warga Lapas Harus Dievaluasi

Wakil Ketua Yayasan Pintu Hijrah (Sirah), Musyarif. Foto : aceHTrend/ist

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) merupakan tempat menjalankan hukuman bagi masyarakat yang melanggar hukum, selain itu selama di Lapas warga tersebut juga mendapatkan binaan agar setelah menjalani hukuman dapat kembali ke dunia sosial dan tidak lagi mengulangi perbuatannya.

“Peran lapas dalam melakukan pembinaan kepada narapidana sangatlah penting, sehingga ketika seorang narapidana dibebaskan, yang bersangkutan dapat diterima kembali sebagai orang yang telah hijrah dari dunia kriminal,” ungkap Wakil Ketua Yayasan Pintu Hijrah (Sirah), Musyarif kepada media ini, Kamis (22/05/2018).

Dia mengatakan, selama ini peran Lapas sebagai tempat pembinaan seolah-olah tidak berfungsi maksimal. Faktanya, tidak sedikit warga binaan banyak juga melakukan kegiatan melanggar hukum seperti aktifnya peredaran narkoba di dalam lapas.

“Ini menunjukkan bahwa minimnya pengawasan pihak pengelola Lapas terhadap warga binaan,” ujarnya.

Di sisi lain, kata Musyarif, perlu adanya evaluasi terhadap kurikulum pembinaan di Lapas,apakah selama di Lapas mereka mendapatkan pembinaan yang memadai, ataukah mereka hanya sebagai tahanan yang tidak mendapatkan pembinaan sama sekali.

“Hal ini bukan untuk menyudutkan terhadap fungsi Lapas. Namun, selaku warga negara berhak mengetahui kondisi pembinaan yang dilakukan oleh pihak Lapas. Toh, biaya pembinaan untuk warga lapas bersumber dari anggaran negara. Bila tidak mendapatkan pembinaan yang kongkret serta tidak dapat di ukur program pembinaannya, maka suatu yang disayangkan menghambur-hamburkan uang negara,” tambahnya.

Padahal, lanjut Musyarif, rakyat menginginkan warga yang dibina di Lapas dapat kembali produktif dan perbaikan sosial dengan harapan tidak mengulang kembali perbuatan melanggar hukum selama berada di tengah masyarakat.

Selain itu, Musyarif juga mengapresiasi kinerja kepala Lapas kelas II B Meulaboh Jumadi yang berhasil mengungkapkan kasus penyalahgunaan narkoba yang dilakukan nara pidana serta keterlibatan sipir Lapas.

“Ini perlu dicontoh oleh Kepala Lapas lainnya. Lapas sebagai miniatur negara, jika miniaturnya rusak maka negara ini juga tercedarai pastinya,” pungkasnya.[]