Tolak Surya Paloh, Aktivis 98 Minta BEM Unsyiah Tidak Berpolitik Praktis

Banta Syahrizal. Foto: Ist.

ACEHTREND.CO, Banda Aceh-Sekreatis PENA 98 Aceh, T Banta Syahrial mengajak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsyiah untuk tidak subjective dalam melihat sosok seseorang, termasuk sosok Surya Paloh (SP).

“Harus lebih adil, adil itu lebih baik. Nggak boleh subjektiflah,” kata Banta menanggapi berita terkait penolakan BEM Unsyiah terhadap Surya Paloh, Kamis (10/5/2018).

Banta menjelaskan bahwa memang benar SP Ketum Partai NasDem, namun juga melekat sebagai orang Aceh dan tokoh nasional. “Jadi wajar saja Unsyiah mengundang beliau untuk memberi kuliah umum dan menyampaikan motivasi bagi mahasiswa dan seluruh insan kampus,” sebut Banta.

Dijelaskan juga, kuliah umum oleh tokoh politik, sebenarnya juga adalah hal biasa di kampus manapun di indonesia. Terpenting, dalam kegiatan itu tidak membawa embel-embel kelompok politiknya dan juga tidak kampanye politik.

Dalam cermatan Sekretaris DPW NasDem Aceh itu, Unsyiah juga bukan kali ini saja mengundang tokoh politik untuk memberikan kuliah umum. Banyak sudah para tokoh politik hadir memberikan kuliah umum, jadi tidak terlalu persoalan.

“Dan kami fikir Rektorat Unsyiah sangat bijak untuk hal ini, dan sangat visioner melihat pentingnya para tokoh-tokoh memberikan kuliah umum untuk mahasiswa,” kata Banta sambil menyebut beberapa tokoh politik yang pernah mengisi kuliah umum di Unsyiah, seperti AHY dari Partai Demokrat, Erlangga yang juga Ketum golkar, dan Nasir Djamil.

Banta mendorong rekan-rekan BEM Unsyiah untuk tampil dengan cakrawala yang lebih luas dan juga lebih elegan dalam melihat kegiatan kuliah umum.

Banta juga berharap tujuan baik dari pihak rektorat tidak dipolitisir. Kehadiran tokoh politik seperti Surya Paloh jangan dilihat seolah sebagai orang yang kampanye partainya di kampus. SP orang Aceh, tokoh nasional, terlibat penuh dalam perbaikan dan pembaharuan Indonesia sepanjang perjalanan karir hidupnya.

Seperti tokoh yang lain yang juga pernah mengisi kuliah umum, SP diundang untuk menyampaikan hal-hal positif untuk menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswa Unsyiah.

“Ini adalah kesempatan bagi teman-teman mahasiswa, jangan dipolitiking oleh teman BEM yang kita khawatirkan terpengaruh akibat kelompok politik tertentu sehingga membatasi harus si A dan si B dan tidak boleh si c atau si d yang boleh memberikan kuliah umum. Prilaku ini sangat merugikan mahasiswa pada umumnya. Jadi teman-teman BEM Unsyiah bisa lebih dewasalah melihat kehadiran pak Surya Paloh ini. Apa susahnya sih tampil lebih cerdas. Jika tampil cerdas justru itu makin membanggakan Unsyiah,” tutup Banta. []