Tolak Kehadiran Surya Paloh, BEM Unsyiah Diingatkan oleh BEM Fakultas

Surya Paloh. Doc: NasDem.

ACEHTREND.CO,Banda aceh – Aliansia Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas di Universitas Syiah Kuala, mendesak Presiden Mahasiswa yang menjadi pemimpin di BEM Universitas, agar tidak berpolitik praktis di kampus.

Aksi presiden Unsyiah yang menolak kehadiran Surya Paloh ke kampus itu, merupakan bentuk politik keberpihakan yang dipraktekkan oleh BEM Unsyiah.

Demikian disampaikan oleh Mauval Ketua BEM FISIP Unsyiah. “Kenapa tidak dari dulu mereka menolak kedatangan tokoh-tokoh partai yang melakukan kuliah umum di Unsyiah, kenapa hari ini mereka menolaknya sedangkan kali ini yang memberikan kuliah umum ialah putra daerah Aceh dan hadir sebagai tokoh nasional bukan dari partai,” ungkap Mauval.

Sedangkan Bilhakki yang menjabat sebagai ketua BEM Hukum mengatakan, secara aturan keputusan Direktur Jendral pendidikan Tinggi Republik Indonesia nomor : 26/DIKTI/KEP/2002 kuliah umum yang dihadiri oleh Surya Paloh tidak melanggar aturan, karna personal hadir sebagai tokoh nasional bukan sebagai ketua partai.

Senada dengan hal tersebut Ketua BEM pertanian, Nizam, mengatakan sebaiknya mahasiswa harus berpikir jernih terhadap apapun yang ada di sekelilingnya.

“Jangan sedikit-sedikit mempolitisir apapun yang dilakukan oleh orang lain. Jadi saya harap BEM Unsyiah jangan mempolitisir kegiatan-kegiatan yang dilakukan di Unsyiah selagi kegiatan tersebut tidak menyalahi aturan.

Mereka juga menyampaikan, bukti bahwa BEM Unsyiah telah berpolitik ptaktis adalah, mereka tidak menolak kedatangan Erlangga yang merupakan Ketua Umum Partai Golkar serta tidak menolak kedatangan AHY yang merupakan tokoh sentral Demokrat.

Pengurus BEM lintas fakultas itu paham bahwa pengurus BEM Unsyiah adalah kader salah satu partai politik yang memiliki organisasi di internal kampus. Tapi mereka tidak boleh membawa misi partai secara terang-terangan ke dalam tubuh mahasiswa.

Apalagi yang ditolak ekhadirannya adalah tokoh Aceh yang berkaliber nasional.

Surya Paloh sendiri akan hadir ke Unsyiah pada Jumat (11/5/2018) dalam rangka silaturahmi dan memberikan kuliah umum.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsyiah menolak kehadiran surya Paloh ke kampus Universitas Syiah kuala sebagai narasumber pada acara kuliah umum yang diselenggarakan pada hari Jumat (11/5/2018) di AAC Dayan Dawood Unsyiah.

Hal ini mengacu pada keputusan Dikti nomor 26/Dikti/Kep/2002 tentang pelarangan organisasi partai politik dalam kehidupan kampus yang berbunyi “melarang segala bentuk organisasi ekstra kampus dan atau melakukan aktivitas politik praktis di kampus.”

“Sehingga Surya Paloh dianggap tidak boleh untuk hadir ke dalam kampus universitas Syiah kuala karena yang bersangkutan merupakan ketua umum partai politik Nasional Demokrat (NASDEM) dan secara tidak langsung telah melakukan aktivitas politik di mana telah mengampanyekan kepribadiannya dan memperkenalkan sosok dirinya ke mahasiswa,” kata anggota pada Kementerian Polhukam BEM Unsyiah, Agung Nugraha, Kamis (10/5/2018)