Jelang Ramadhan, Pasar Peunayong Lesu Pembeli

ACEHTREND.CO, Banda Aceh-menjelang bulan suci Ramadan, pasar sembako di Peunayong sepi pembeli, sehingga membuat beberapa pedagang mengaku omsetnya menurun drastis hingga 50 persen.

“Daya beli kurang, setengah turun angka pendapatan pertahun, barang-barang ada laku, cuma setengah bagian saja, apakah pengaruh Gubernur atau apapun, pokoknya masyarakat tidak ada uang untuk belanja (hana peng ngon geubloe),”kata Faisal salah satu pedagang sembako di kawasan Peunayong yang di temui aceHTrend, Jumat (11/5/2018).

Menurutnya, sejak pertengahan tahun 2017 daya beli masyarakat sudah berkurang, dan kondisi itu bertahan sampai tahun 2018. “Sejak pertengahan tahun 2017, daya beli sudah menurun dan ini bertahan hingga saat ini,”sebutnya.

Padahal, lanjutnya, harga barang masih stabil, belum ada kenaikan, seperti minyak goreng masih 12 ribu per kilo, beras harganya bervareasi tergantung merek, paling mahal 160 ribu per zak,telur 38 ribu satu lempeng, gula juga masih 12 ribu perkilo.

“Tidak mungkin menaikkan harga barang, karena pembelinya sedikit,” katanya.

Sementara itu, Mirza salah satu pedagang rempah-rempah yang ditemui aceHTrend menyebutkan, jelang meugang puasa harga barang tetap stabil, meskipun ada kenaikan, tidak signifikan.

“Menjelang meugang puasa kali ini, sampai hari ini harga barang stabil, tidak terjadi kenaikan drastis, karena warga tidak perlu menyimpan barang, tapi kalau megang lebaran tidak ada istilah stabil, tetap mahal, karena pasar tutup, jadi warga menyimoan stok barangnya,”kata Mirza.

Meskipun demikian, harga kebutuhan pokok seperti cabe dan bawang tetap mengalami kenaikan. “Harga ada naik sikit, dalam satu kilo paling naik dua ribu untuk cabe dan bawang, kalau nilai jual bagi saya tetap stabil, karena sudah ada langganan tetap, jadi naik harga barang atau tidak tetap ada pembeli,”jelasnya.