Nova Iriansyah Minta Surya Paloh Berbagi Ilmu Membangun Ekonomi

Nova Iriansyah saat memberikan sambutan pada acara silaturahmi Surya paloh dan tokoh Aceh, Jumat malam (11/5/2018) di Kriyad Muraya Hotel, Banda Aceh. Foto: Masrian Mizani (aceHTrend).

ACEHTREND.CO, Banda Aceh- Wakil Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah, Jumat (11/5/2018) meminta Surya Paloh memberikan masukan kepada pemerintah Aceh tentang teknik membangun jejaring ekonomi tanpa perlu berkonflik dengan pihak lain.

Menurut Nova, sebagai tokoh Aceh yang sudah sangat lama menggenggam pergaulan di tingkat nasional sembari terus membangun jejaring bisnis, Surya Paloh adalah tokoh yang tepat untuk dimintai saran dan pendapat.

“Hubungan pemerintah dan DPRA ada pasang surut, maka kami mohon juga untuk dikasih pandangan – pandangan terkait pengalaman yang sudah Abang (Surya Paloh-red) miliki, terutama dalam membangun jaringan yang begitu luas tanpa harus ada konflik-konflik yang berkepanjangan. Maklum kami masih muda-muda, mungkin perlu dikasih kunci-kunci bagaimana mencairkan kebekuan-kebekuan yang ada demi tujuan yang sama untuk kesejahteraan masyarakat Aceh,” ujar Nova.

Pada kesempatan itu Nova Iriansyah mengatakan terkait Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintah Aceh, masih perlu perbaikan terutama pada bidang dana otsus.

“Kalau di tahun 2027 dana otsus berakhir, tentu akan timbul pertanyaan, apa yang harus kita lakukan, apakah harus menerima saja, dan kalau dana itu tidak berlanjut, apakah pembangunan di Aceh terganggu atau biasa-biasa saja. Oleh karenanya kita perlu menyusun sikap dan langkah untuk sama-sama dalam menyikapinya,” kata Nova.

Wagub menyebutkan, dalam menaggapi persoalan akan berakhirnya dana otsus pada tahun 2027, dirinya mengajak semua pihak untuk bersama-sama bergandengan tangan dan merapatkan barisan dalam menyusun strategi untuk melahirkan program baru yang setara dengan otonomi khusus.

“Bahkan angkatan 98 dalam bincang – bincang, kita sudah mempunyai skema, hanya saja nanti kita bicara di DPRA bersama – sama unsur pemerintahan Aceh dan juga forbes (wadah anggota DPR RI asal Aceh-red). Mungkin nanti ada satu skema yang kita sepakati. Dan kita memang tidak bisa menunggu lebih lama, secara matematis memang 2027 itu 9 tahun lagi, namun saya tetap khawatir ketika saatnya tiba, kita tidak siap untuk mengajukan konsep-konsep yang kita usulkan kepada pemerintah melalui DPR RI khususnya, dan mudah – mudahan tidak terjadinya keterkejutan anggaran sehingga nantinya pembangunan bisa terganggu,” sebut Wagub Aceh.

Nova menjelaskan, dengan dana otsus yang ada, anggarannya kira-kira 8 triliyun dari kurang lebih 15 Triliyun, jadi, back down APBA lebih dari setengahnya dari dana otsus. Tentu akan terjadi yang namanya keterkejutan kalau tiba-tiba anggaran tersebut lenyap.

“Saya harus mengakui dan kita semua juga harus akui bahwa perencanaan, pelaksaan dan monitoring dana otsus sekian lama tentu belum sempurna. Tapi saya yakin dengan dana itu sudah banyak kita berbuat untuk Aceh,” sebut Nova.