Surya Paloh: Mari Saling Menguatkan Demi Aceh Gilang Gemilang

Surya Paloh, saat sedang memberikan sambutan pada acara silaturahmi dengan alim ulama se Aceh di Kriyad Muraya, Banda Aceh, Jumat (11/5/2018). Foto: Fauzi Cut Syam (aceHTrend).

ACEHTREND.CO, Banda Aceh- Tokoh nasional asal Aceh yang kini paling berpengaruh di lingkaran Pemerintah Joko Widodo, H. Surya Paloh, yang juga Ketua Umum DPP Partai NasDem, Jumat (11/5/2018) mengajak semua pihak di Aceh untuk bersatu padu.

Menurut Surya Paloh, dengan persatuan yang kokoh Aceh bisa membangun bargaining di depan Pemerintah Pusat. Dia mencontohkan dunia Arab yang dalam membangun diplomasi internasional, bahkan bekerjsama dengan Israel. Tujaunnya untuk membangun negerinya.

“Kalau kita bersatu, kita akan memiliki bargaining yang lebih di mata pemerintah. Apapun yang kita gagas akan lebih mudah terwujud,” ucap Surya Paloh di depan alim ulama yang hadir pada acara silaturhami dengan dirinya di Hotel Kriyad Muraya, Banda Aceh.

Saat ini Surya mengaku risau melihat angka pengangguran, tingginya kemiskinan, Itu tidak sesuai dengan Aceh yang memiliki sumber daya alam yang kaya raya.

Untuk itu dia berharap segenap elemen membangun kebersamaan dan membantu pemerintah yang sedang bekerja keras membangun Indonesia.

Dalam kesempatan itu ia juga mengatakan, untuk memajukan Aceh, tiga elemen besar dan berpengaruh harus bersatu padu, yaitu alim ulama, kampus dan pedagang. Ketiganya harus duduk dan merumuskan pembangunan Aceh.

“Pemerintah Aceh harus merangkul ketiga komponen ini, karena ketiganya adalah kekuatan sesungguhnya Aceh,” katanya.

Dalam kesempatan itu SP sempat mengajukan pertanyaan, saat ini Aceh sedang maju atau mundur? Apa yang dieskport oleh Aceh? Kopi? Merek kopi Gayo saat ini dimiliki oleh orang Eropa.

Di sisi lain, semua kebutuhan dipasok dari daerah lain. Bahkan telur pun harus dipasok dari Medan.

“Padahal dulu kita punya sejarah yang gemilang, abad 16 pedagang Aceh sudah berlayar hingga ke Turki. Di dekade abad 20 Aceh memilki Markam dan Aceh Kongsi, pedagang Aceh bertebaran di Jakarta? Saat ini Kita punya apa?,” gugatnya.

Menurut SP, membangun Aceh harus dimulai dengan nawaitu, niat yang bersih dan tujuan yang jelas. Saat ini Aceh harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan.

“Mari saling menguatkan, rekatkan persatuan kita, agar kita bisa segera membangun. Anak Aceh ini (SP-red) siap membangun Aceh, saya sudah perintahkan Zaini Djalil untuk membangun Aceh. Mari kita membangun daerah ini dengan niat yang baik,” imbuhnya.