Tun Dr Mahatir, Bapak Malaysia Modern

Fajri,penulis adalah kepala MAS Imam Syafi’i Sibreh Aceh Besar.

Oleh Fajri*)

Beberapa hari ini media tanah air ramai memberitakan kemenangan Mahatir Muhammad dengan koalisinya Pakatan Harapan atas rivalnya incumbent Perdana Menteri Najib Tun Razak. Kemenangan Mahatir memang selayaknya menjadi perbincangan mengingat usianya yang sudah lanjut yaitu 93 tahun, di samping itu pula kemenangan Mahatir menjadi menarik adalah karena telah pensiun 15 tahun sejak 2003.

Apa sebenarnya yang menarik dari seorang Mahatir Muhammad dan apa saja kontribusinya kepada negara Malaysia? Sehingga ia kembali memenangi pemilu Mei 2018 dan menjadi perdana menteri tertua di dunia.

Berbicara Malaysia modern tak adil rasanya tanpa menyebutkan sosok Tun Doktor Mahatir Muhammad. Mahatir adalah Perdana Menteri Malaysia keempat dengan masa jabatan 22 tahun yaitu 1981 sampai dengan 2003.

Di bawah kendalinya Mahatir berhasil mengangkat derajat Malaysia keluar dari negara “dunia ketiga” yang identik dengan keterbelakangan.

Kontribusi Mahatir selama menjadi Perdana Menteri sangatlah banyak. Jauh sebelum ada twin towers Petronas Kuala Lumpur negara Malaysia tidaklah sexy bagi para pelancong dunia untuk dikunjungi. Namun pada 1998 Malaysia berhasil menjadi negara yang memiliki gedung pencakar langit tertinggi dunia dengan lahirnya menara kembar Petronas. Negara Malaysia pun menjadi Icon destinasi wisata baru dunia.

Kontribusi besar lainnya Mahatir kepada Malaysia adalah industrialisasi Malaysia di antara upaya yang dilakukan mendirikan Perusahaan otomotif Proton.

Langkah Mahatir mendirikan Proton tidaklah mudah. Usahanya tidak serta merta bisa terealisasi begitu saja. Tantangan datang dari banyak pihak termasuk dari kabinet beliau bina sendiri. Namun berkat kerja keras pada 1985 mimpi Mahatir menjadi kenyataan dengan keluarnya mobil perdana produksi Proton hasil kerjasama dengan Mitsubshi yaitu Proton Saga.

Selama menjabat perdana menteri Mahatir menjadi “dewa” terhadap Proton dengan menerapkan cukai tinggi terhadap brand otomotif luar negeri dan hasilnya Proton menjadi raja pasar otomotif di Malaysia dengan penjualan tinggi.

Berkat kinerja penjualan dan laba yang baik pada 1995 Proton membuat sejarah baru dengan mengakuisisi Lotus sebuah brand otomotif sport ternama British Inggris.

Setelah Mahatir tak lagi menjadi perdana menteri Proton pun mulai terseok-seok dengan penurunan penjualan yang drastis akibat liberalisasi ekonomi yang diterapkan pemerintahan berikutnya.

Buah dari pemikiran dan kerja Mahatir Muhammad Malaysia berhasil melompat tinggi meninggalkan negara-negara lainnya di kawasan termasuk Indonesia.

Indonesia dan Malaysia merupakan negara yang melakukan start pembangunan pada waktu bersamaan namun kini diakui atau tidak Malaysia jauh telah meninggalkan Indonesia.Untuk mengukurnya banyak indikator yang bisa dijadikan barometer.

Pertamina Indonesia didirikan pada 1957 dan Petronas Malaysia berdiri pada 1974. namun saat ini dengan kinerja dan laba serta reputasi yang baik Petronas Malaysia telah pergi jauh meninggalkan Pertamina.

Saat kelangkaan BBM terjadi di berbagai daerah di tanah air, bahan bakar dan pelumas Petronas Malaysia telah digunakan di ajang balapan F1. Secara laba pun beberapa tahun belakangan ini Pertamina masih kalah dengan Petronas. padahal tingkat konsumsi BBM Indonesia jauh lebih besar dibandingkan Malaysia.

Boleh jadi kemenangan Mahatir pada pemilu Mei 2018 adalah ekpresi ketidakpuasan rakyat Malaysia terhadap kinerja pemerintahan Perdana Menteri Najib tun Razak yang telah memerintah selama sembilan tahun.

*)Penulis adalah kepala MAS Imam Syafi’i Sibreh Aceh Besar.