Ngopi, Apa Ngopi?

Oleh Adli Dzil Ikram*)

Aceh yang terkenal dengan julukan Seramoe Mekkah belakangan ini memiliki nama panggilan baru, kota 1001 warung kopi. Hal ini pun bisa dibuktikan, warung kopi di Aceh hadir di setiap sudut dengan beragam design, dari warung kopi modern hingga tradisional. Bisa dibedakan secara penyanjiannya, warung kopi ala modern cendrung memakai mesin untuk penyanjianya, sedangkan tradisional masih secara ala manual. Namun, tergantung juga menu yang dipesan, misalnya, kopi hitam dibuat secara tradisional dan sanger expreso dibuat secara modern.

Tentunya tidak hanya di Aceh, lebih luas lagi, di setiap sudut kota di Indonesia ada warung kopi yang beragam pula. Atau sedikit ditambah dengan kekhasan daerah tersebut.

Terlepas dari itu, agaknya sekarang ini pertemuan atau rapat kantoran juga sering diadakan di warung kopi secara formal atau nonformal. Bahkan tanda suksesnya seseorang bisa dinilaidari apakah ia sudah ngopi pagi apa belum. Tak sedikit pula yang memulai kisah cintanya di warung kopi.

Akhir-akhir ini viral video celoteh woi,udah pada ngopi belum,diem-diem bae, ngopi apa ngopi? Video yang entah siapa pencetus pertamanya, ditiru banyak kalangan. Dari murid SD, pegawai negri, hingga kakek tua. Seolah-olah kalimat tersebut menjadi tagline resmi untuk minum kopi. Tidak jelas asal-usulnya, celoteh di atas hadir dengan berbagai versi. Ada yang begini; ngopi, napa ngopi? Napa dalam kamus bahasa sunda artinya kenapa. Jika diterjemahkan satu kalimat di atas menjadi, ngopi kenapa kopi?. Hah!

Menyoal Kata Ngopi

Kalimat ngopi? menjadi tanda tanya bagi penulis sendiri. Jujur, tulisan ini hadir berawal dari ajakan teman untuk ngopi tapi ia pesan teh atau segela jenis minuman. Tentu, ini bukan hanya pada penulis. Beberapa orang juga mengalaminya, namun hal ini tidak ditelesuri lebih dalam. Kata ngopi sudah digunakan untuk menandakan sebuah pertemuan. Ngopi di mana kita malam ini? atau Nanti malam ngopi ya! Ini adalah contoh kecil tanda tanya dan seru ngopi yang sering kita gunakan.

Dalam KBBI, mengopi artinya minum kopi. Sedangkan pengopi artinya orang yang gemar minum kopi. Jadi, kata ngopi tidak bisa jadikan ajakan minum kopi yang ujung-ujungnya minum teh.

Agaknya ini sepele, namun harus kita seriuskan. Mengingat Indonesia Negara yang kaya budaya dan bahasa. Potongan celoteh di atas; ngopi apa ngopi? mungkin selama ini menjadi pengingat yang harus kita renungkan bersama.

Harapannya, hadir kata baru yang lebih umum untuk menandakan orang ajak ngopi tapi ujung-ujung ngeteh. Ahli bahasa dsb, perlu duduk ngopi (bukan ngeteh) bersama menciptakan kata untuk hal ini. Atau jangan-jangan selama ini sudah ada tapi tidak populer di masyakarat. Dengan demikian, jika memang ada, mari kita populerkan.

Hal ini memang perlu ditindak lanjut dengan serius. Mengingat kedai kopi semakin hari semakin bertambah. Dan agar orang-orang yang benar-benar pengopi tidak merasa dizalimi dengan orang yang minum ngopi tapi ngeteh dan segela jenis minuman lainnya. Woi, udah pada ngopi belum, ngopi apa ngopi?

*)Adli Dzil Ikram, Penulis adalah mahasiswa arsitektur UIN Ar-raniry, pegiat Forum Lingkar Pena (FLP) Banda Aceh, dan aktif di Komunitas Steemit Indonesia (KSI) chapter Banda Aceh.