Tarawih Malam Pertama, Ribuan Jamaah Padati Masjid Raya Baiturrahman

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Sejak pukul 19.30 WIB, Rabu 16 Mei 2018, ribuan masyarakat yang berdomisili di Banda Aceh dan Aceh Besar berduyun-duyun ke Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.

Bagi yang sudah berkeluarga, mereka turut mengajak serta anak dan istri untuk melaksanakan shalat Isya, Tarawih dan Witir berjamaah di masjid kebanggaan masyarakat Aceh itu.

Kondisi ini, membuat jalan protokol di sekitar masjid tersebut macet dan tempat parkir pun harus diperluas hingga ke Taman Sari.

“Ini ramai karena malam pertama tarawih, biasanya bertahan hingga malam ke lima, setelah itu mulai menyusut dan akan kembali ramai di malam terakhir,” ujar Rahmat, salah seorang jamaah warga Banda Aceh saat bincang-bincang dengan media ini.

Shalat Isya, Tarawih dan Witir di Masjid Raya Baiturrahman diimami oleh ulama besar dari Mesir, Syaikh Muhammad Salim Ismail dan penceramah diisi oleh Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman, Dr. Tgk. H. Azman Ismail, MA.

Dalam ceramahnya Azman mengajak semua jamaah untuk memanfaatkan sebaik-baiknya momen bulan suci Ramadhan dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah.

“Bulan yang paling baik adalah bulan Ramadhan, dan hari yang paling baik adalah hari Jumat. Hari Jumat ada dalam bulan Ramadhan oleh karena itu mari kita mamfaatkan sebaik-baiknya,” pesan Azman.

Azman memaparkan, Islam itu tegak atas lima sendi, pertama, syahadat, kedua shalat, ketiga puasa keempat zakat, dan kelima haji. Zakat dan haji membutuhkan kemampuan untuk dapat dilaksanakan oleh seorang muslim, yaitu sampai nisab dan memiliki kemampuan untuk ibadah haji.

“Begitupun dalam puasa, kita dituntut untuk menahan makanan walaupun makanan itu adalah milik kita. Ini (puasa) sama halnya dengan rem dalam rangka menata ke imanan kita,” katanya.

Kemudian, katanya, dalam puasa juga dituntut untuk menahan diri dari berhubungan suami isteri di siang hari. Karena hadist Rasulullah telah menegaskan, barang siapa yang menjaga mulut dan kemaluannya maka Rasulullah menjamin dia akan masuk syurga.

“Karena selain berhubungan badan, ibadah puasa kita juga akan hilang saat kita tidak mampu menjaga lisan dari berkata bohong,” katanya.

Adapun hikmah puasa, kata Azman, selain mendapatkan pahala yang besar juga dapat membuat umat muslim taat dan disipilin seperti saat menjaga waktu berbuka puasa. Untuk itu dia mengajak para jamaah agar kedisiplinan tersebut dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari- hari.

“Seperti dalam bekerja, jika jadwal masuknya pukul 08.00 WIB jangan masuk pukul 09.00 WIB. Begitupun dalam berlalu lintas di jalan raya,” katanya.

Hikmah lainnya, kata Azman, puasa juga menjadi obat mujarab dari segala penyakit.

“Orang Arab mengatakan, sumber penyakit berasal dari perut, maka dengan puasa kita bisa mengatur dan menjaga asupan makanan ke perut,” pungkasnya.

Amatan aceHTrend, bagi jamaah yang shalat tarawih delapan rakaat mereka melaksanakan shalat sunat witir secara sendirian, sementara Syaikh Muhammad Salim Ismail terus memimpin jamaah shalat Tarawih hingga Witir 23 rakaat. []