Syaikh Sudan Terkesima dengan Pelayanan Masyarakat Aceh

Syaikh Hammam Tagelsir Abozaid Mustafa dan Sulaiman Abda (Foto: Dok AceHTrend)

ACEHTREND.CO, Banda Aceh –Ulama asal Republik of Sudan, Syaikh Hammam Tagelsir Abozaid Mustafa (27) mengaku bahagia bisa berkunjung ke Indonesia tepatnya Aceh untuk menjadi Imam shalat Isya, Tarawih, dan Witir di Masjid Agung Al-Makmur Lampriek, Banda Aceh, selama Ramadhan.

Kebahagian tersebut diungkapkannya bukan lantaran hanya karena dia bisa menjadi imam di Masjid Agung, atau karena cuaca di Aceh yang sangat bersahabat dibandingkan dengan Sudan yang suhunya mencapai 45 derajat celcius, melainkan juga karena keramah-tamahan dan pelayanan masyarakat Aceh yang membuatnya terkesima, ditambah lagi dengan kuliner Aceh yang cocok dengan lidah dan seleranya.

“Terimakasih dengan pelayanan yang luar biasa ini, saya merasa seperti di Sudan, masakannya juga enak-enak, saya makan nasi goreng bisa sampai tiga kali tambah,” kata Syaikh Hammam melalui penerjemahnya Syaikh Nawawi saat bincang-bincang dengan Pimpinan DPR Aceh Drs. H. Sulaiman Abda, M.Si di Bin Ahmad Coffe, Gampong Tibang, Banda Aceh, Kamis (17/5/2018) malam. Syaikh Nawawi adalah putra Aceh Besar yang sedang kuliah di Sudan. Selama Syaikh Hammam di Aceh, Syaikh Nawawi lah yang akan mendampinginya hingga malam terakhir Ramadhan.

Dari kiri ke kanan : Redaktur AceHTrend, Irwan Saputra, Syaikh Hammam Tagelsir Abozaid Mustafa dan Mahasiswa Sudan asal Aceh Nawawi (Foto: Dok. AceHTrend)

Menurut Syaikh Hammam, masyarakat Aceh sangat ramah saat berinteraksi dengan siapapun seperti halnya masayarakat Sudan, perlakuan seperti itu diakuinya tidak didapatkan dari negera-negara lain yang sudah pernah dikunjunginya seperti Qatar dan beberapa negara muslim lainnya.

“Di Indonesia ini, orang ramah-ramah seperti di Sudan kalau di Qatar tidak seperti itu,” akunya.

H. Sulaiman Abda, M.Si mengaku sangat berterimakasih atas kesedian Syaikh Hammam berkunjung ke Aceh dan rela meninggalkan keluarnganya di Sudan untuk menjadi imam selama Ramadhan di Masjid Agung.

“Atas nama rakyat Aceh, saya sebagai pimpinan DPR Aceh mengucapkan terimakasih dan ini adalah sebuah kebangaan bagi kami,” katanya.

Sulaiman Abda berkisah, sejak abad ke 14 M kerajaan Aceh sudah menjalin hubungan diplomatik yang istimewa dengan Sudan sebagai sesama kerajaan Islam, saat itu Aceh merupakan kerajaan ke V (lima) terbesar di dunia.

“Maka alhamdulillah sekali bisa kita rintis kembali hubungan persaudaraan dan hubungan silaturrahmi yang luar biasa dengan kesedian beliau ke Aceh,” ujar Sulaiman Abda.[]